Dunia & Peristiwa Sosial

10 Aksi Heroik Tokoh Muslim yang Inspiratif

Alangkah indahnya dunia jika semua orang apapun agamanya saling mengasihi sesama. Kita semua adalah manusia dan sudah sepatutnya kita dapat saling membantu satu sama lain tanpa melihat ras, golongan, agama atau apapun juga. Lagipula kita semua adalah saudara bukan?

Artikel ini akan mengulas sepuluh aksi heroik saudara kita kaum Muslim. Tak jarang mereka juga mempertaruhkan nyawa, bahkan memberi nyawanya sendiri untuk kelangsungan hidup orang lain. Aksi heroik tokoh Muslim berikut ini sungguh amat inspiratif dan patut diacungi jempol.


10Huma Hasan

muslimheroik10

Huma Hasan menjabat sebagai Direktur Eksekutif WAFA House, sebuah tempat penampungan korban kekerasan dalam rumah tangga dimana wanita Muslim dapat berlindung dengan aman, rahasia dan tanpa dihakimi. Organisasi ini menghormati kebutuhan agama dan budaya para pengungsi dan juga memberi bantuan hukum, sosial-ekonomi dan proses imigrasi mereka.

Ketika organisasinya tidak memiliki pendanaan yang cukup, Huma memberikan bantuan kepada korban dari sakunya sendiri secara diam-diam. Huma melakukan semua ini dengan kasih sayang, kesabaran dan perhatian yang tulus.


9Lassana Bathily

muslimheroik9

Bathily, seorang karyawan Muslim di supermarket halal di Paris, sedang melakukan pekerjaannya ketika beberapa pria bersenjata datang, menyerang toko tersebut dan mulai menyandera orang-orang Yahudi. Dengan sigap, Lassana Bathily segera menyembunyikan orang Yahudi lainnya di dalam sebuah lemari pendingin dan terus menjaga mereka selama serangan berlangsung, mempertaruhkan nyawanya.

Karena aksinya ini, Bathily berhasil mencegah 15 orang Yahudi dari penyanderaan. Foto dari Bathily pun dipajang di mana-mana sebagai simbol persatuan masyarakat melawan aksi teroris.

8Shah dan Nisar

muslimheroik8

Shah dan Nisar adalah pria muda yang seharusnya dapat menjalankan hidup normal dan tanpa tekanan. Tapi mereka memutuskan untuk membantu tentara Amerika melawan terrorism di negaranya dengan cara menjadi ahli bahasa saat perang terjadi di Afghanistan. Shah dan Nisar menjadi buruan para teroris dan terluka berkali-kali. Untuk menghargai perjuangan mereka, kedua pria ini mendapatkan medali Purple Hearts, yakni penghargaan yang diberikan atas nama presiden untuk mereka yang terluka atau terbunuh saat perang.


7Mohammad Salman Hamdani

muslimheroik7

Pada tanggal 11 September 2001, mahasiswa bernama Mohammed Salman Hamdani sedang berada di Universitas Rockefeller ketika dia mendengar suara ledakan. Tidak dibekali oleh pengalaman apa-apa, Hamdani tanpa pikir panjang langsung pergi ke arah ledakan tersebut dan mencoba menyelamatkan mereka yang terluka. Karena aksinya, pemuda Muslim berumur 24 tahun ini kehilangan nyawanya.

Nama Hamdani diabadikan di dalam United States Patriot Act sebagai seorang pemuda Muslim-Amerika yang berani mempertaruhkan nyawanya, dan akhirnya memberikan nyawanya untuk membantu orang lain.


6Mirza Masroor Ahmad

muslimheroik6

Mirza Masmoor Ahmad adalah pemimpin dari komunitas Muslim Ahmadiyya. Tahun 2011, beliau dan komunitasnya memulai sebuah kampanye untuk memberikan kembali kepada warga Amerika apa yang telah diambil dari mereka saat kejadian 9/11. Komunitas Ahmadiyya ini mengajak para Muslim lainnya untuk mendonorkan darah. Hasilnya lebih dari 11.000 kantong darah berhasil terkumpul di tahun pertamanya sehingga aksi ini mendapat sebutan Muslims For Life.

Selain itu, beliau juga selalu menyerukan perdamaian kapanpun situasi tegang berlangsung, baik di komunitasnya ataupun di tempat lain.


5Auda Ibu Tayi

muslimheroik5

Auda Ibu Tayi memiliki pedang yang dapat membalikan keadaan perang. Bahkan T.E. Lawrence menganggap Tayi sebagai figur yang amat berperan dalam pemberontakan Arab. Pada saat itu, Turki telah mencoba berkali-kali untuk merekrut Tayi namun akhirnya Tayi memilih untuk bekerja-sama dengan Lawrence melawan Konstantinopel.

Hasil rampasan yang didapat dari serangannya diberikan kepada orang lain, terutama orang yang kurang berada. Aksi ini membuat nama Tayi tumbuh menjadi legenda seperti Robin Hood dan menginspirasi banyak generasi. Tayi meninggal dengan tenang di rumahnya sendiri, di negara yang dia bantu ciptakan.


4Anwar Al-Sadat

muslimheroik4

Seorang pria yang lebih memilih perdamaian daripada perang beresiko kehilangan nyawanya sendiri. Inilah yang terjadi pada pemimpin Mesir, Anwar Al-Sadat. Selama bertahun-tahun, Al-Sadat bekerja secara aktif menghancurkan negara Israel pada tahun 1960-an dan 1970-an. Namun pada akhirnya, Al-Sadat lebih memilih perdamaian ketimbang melanjutkan perang. Al-Sadat menanda-tangani perjanjian damai antara Mesir dan negara Israel, dan karena aksinya ini, Al-Sadat memperoleh Piagam Perdamaian Nobel, serta menjadi sasaran pembunuhan.

Pada tahun 1981, Al-Sadat dibunuh saat melakukan kunjungan militer di Terusan Suez dimana dulunya ia pernah mengirim tentara untuk menghancurkan Israel. Sampai sekarang Al-Sadat tetap dikenal sebagai martir dalam nama perdamaian.


3Tawakkol Karman

muslimheroik3

Tawakkol Karman tahu semua bahaya yang dapat dialami seorang wanita jika mengutarakan pikirannya. Sebagai seorang jurnalis dan aktivis hak asasi manusia, Karman mengambil resiko kena retribusi, serta kematian, setiap harinya.

Karman, melalui organisasinya yang bernama Women Journalists Without Chains terus berbicara tentang penindasan perempuan di negaranya sendiri. Untuk usahanya, pada tahun 2011, Karman menjadi salah satu penerima Nobel Perdamaian termuda. Hingga hari ini, Karman terus memberi inspirasi dan menghabiskan hari-harinya membela kaum perempuan.


2Shirin Ebadi

muslimheroik2

Pada tahun 2003, Shirin Ebadi adalah wanita Muslim pertama yang menerima Nobel Perdamaian. Ebadi naik jabatan menjadi hakim di Tehran sebelum Islamic Revolution terjadi di tahun 1970. Setelah revolusi, ulama Muslim menganggap Ebadi tidak sesuai untuk jabatan hakim karena jenis kelaminnya. Meskipun begitu, Ebadi terus berjuang untuk membuka praktek hukumnya sendiri dan mengusut banyak kasus yang berhubungan dengan hak asasi manusia, khususnya bagi perempuan dan anak-anak, yang pengacara lain takut hadapi.

Pemerintah Iran menyita medali Nobelnya dan membekukan rekening bank Ebadi karena masalah pajak. Beragam penganiayaan ini tidak menyurutkan hati Ebadi, dia masih menulis, menginspirasi, memberi pengarahan, dan litigasi di negaranya sendiri.


1Kaum Muslim di Albania

muslimheroik1

Pada masa pemerintahan Nazi Jerman, semua Muslim di Eropa harus menyerahkan orang Yahudi, atau orang-orang yang dicurigai sebagai simpatisan Yahudi. Setelah perang dunia II berakhir, Albania adalah satu-satunya negara di Eropa dengan populasi Yahudi terbanyak dan semakin meningkat.

Karena mayoritas penduduknya adalah Muslim, Albania merasa bahwa mereka harus membantu dan menyembunyikan pengungsi Yahudi dari Jerman. Dalam satu kasus yang berhasil didokumentasikan, seorang wanita Muslim tidak dapat menyusui bayinya, lalu seorang wanita Yahudi yang ia lindungi memberi asi untuk anaknya. Tidak ada perasaan ragu-ragu di wanita Muslim ini atas aksi seorang Yahudi menyusui anaknya. Memang terkadang manusia harus melupakan perbedaannya dan datang bersama-sama sebagai sesama manusia.


Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.
error: Alert: Content is protected !!