Dunia & Peristiwa Tragedi

10 Bencana Alam Paling Mematikan dalam Sejarah Manusia

Kekuatan manusia memang tidak ada apa-apanya jika alam sudah ‘mengamuk’. Memang, manusia juga yang telah merusak alam selama ini. Sehinga, kerusakan demi kerusakan itu bisa pula memicu bencana alam. Selain itu, memang ada pula bencana alam yang tak pernah bisa diprediksi sama sekali. Ini 10 bencana alam paling mematikan dalam sejarah manusia.


10Letusan Gunung Tambora (1815)

Gunung yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini pernah meledak dahsyat 200 tahun lalu. Akibat letusan Gunung Tambora itu, 80 ribu orang diperkirakan meninggal karena kelaparan. Tak hanya itu saja, 65 ribu orang lainnya di Eropa diperkirakan juga tewas akibat tifus yang disebabkan hujan tanpa henti selama delapan minggu setelah meletusnya gunung tersebut.


9Topan Nargis (2008)

Pada 2 Mei 2008 silam, topan mengerikan terjadi di wilayah Nargis, Myanmar. Bencana alam itu pun menelan korban jiwa mencapai lebih dari 140 ribu orang. Penduduk Myanmar yang berdomisili di sekitar persawahan dataran rendah tersapu topan Nargis tersebut, karena terjebak dan tidak tahu lagi harus menyelamatkan diri kemana pada saat peristiwa maut itu.


8Gempa Haiti (2010)

Bencana gempa ini menjadi salah satu bencana alam mematikan yang belum lama terjadi, tepatnya pada 12 Januari 2010 lalu. Gempa Haiti ini pun menewaskan hingga 200 ribu jiwa. Sedangkan jumlah korban lainnya tidak diketahui secara pasti hingga saat ini. Namun, Palang Merah dunia memperkirakan bencana itu telah menghancurkan hidup 3 juta warga Haiti.


7Tsunami Aceh (2004)

Aceh pernah mengalami tsunami mematikan pada 26 Desember 2004, yang menjadi salah satu bencana alam terbesar di Indonesia. Bencana ini diawali oleh gempa dengan kekuatan 9 Skala Richter (SR) yang terus berlanjut hingga 9,3 SR. Akibatnya, 225 ribu jiwa tewas dalam bencana itu; tak hanya di Aceh tapi juga di sejumlah wilayah pinggiran Samudera Hindia.


6Gempa Aleppo (1138)

Berdasarkan data dari US Geological Survey (USGS), lembaga geologi Amerika Serikat, gempa di Aleppo, Suriah ini merupakan gempa yang paling mematikan keempat sepanjang masa. Setidaknya, ada sekitar 230 ribu orang yang meninggal dalam bencana alam mengerikan tersebut. Ribuan orang lainnya juga menjadi korban luka-luka dan kehilangan tempat tinggal.


5Topan Calcutta (1737)

Pada awalnya, para ilmuwan sempat menduga bahwa bencana yang menewaskan hingga 300 ribu orang di Calcutta, India tahun 1737 diakibatkan oleh gempa bumi. Namun pada akhirnya diketahui bahwa penyebab bencana alam yang sangat mematikan itu ternyata mengarah kepada angin topan. Inilah salah satu bencana alam terbesar di Tanah Hindustan.


4Gempa Tangshan (1976)

Pada zaman dahulu, wilayah China memang beberapa kali pernah dihantam oleh bencana alam yang maha dahsyat. Salah satunya adalah gempa bumi di kawasan Tangshan, China pada tahun 1976. Gempa brkekuatan 8 SR itu pun menewaskan sekitar 255 ribu jiwa hingga 655 ribu jiwa. Kawasan itu porak poranda dan hancur lebur setelah gempa besar tersebut.


3Gempa Shaanzi (1556)

Masih di wilayah China, juga pernah terjadi gempa lainnya sekitar 420 tahun sebelum gempa Tangshan, atau sekitar 460 tahun yang lampau. Yakni, gempa maha dahsyat lainnya yang terjadi di kawasan Shaanzi, China. Meski tak ada yang tahu seberapa besar kekuatan gempa tersebut, namun sebanyak 830 ribu orang tercatat menjadi korban jiwa dalam bencana ini.


2Banjir Sungai Kuning (1887)

Sungai Huang He yang dikenal sebagai Yellow River atau Sungai Kuning merupakan sungai terpanjang ketiga di Benua Asia, namun sangat rentan mengakibatkan banjir karena dataran luas datar luas yang berada di sekitar sungai. Salah satu buktinya, banji pada tahun 1887 yang menghanyutkan hingga sekitar 900 ribu jiwa, dan 2 juta jiwa kehilangan tempat tinggal.


1Banjir Sungai Kuning (1931)

Sekitar 44 tahun kemudian, Sungai Huang He kembali meluap dan banjir Sungai Kuning pun terjadi lagi. Kali ini, korban jiwa yang jatuh jauh lebih banyak, sehingga menjadi bencana paling besar di China dan juga di dunia. Sekitar 1 juta hingga 3,7 juta jiwa melayang akibat bencana tersebut, baik karena tenggelam dihanyutkan banjir maupun karena penyakit.


Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.
error: Alert: Content is protected !!