Budaya & Literatur

10 Budaya Pendidikan Ala Jepang Ini Benar-Benar Patut Ditiru

Jepang adalah negara yang terkenal dengan sumber daya manusianya yang berkualitas. Etos kerja yang tinggi, integritas, kedisiplinan, kerja sama, dan kreativitas adalah sebagian contoh karakter umum penduduk Jepang yang dikagumi dunia. Pembentukan nilai-nilai yang akhirnya berevolusi menjadi karakter bangsa yang kuat tentu bukan perkara mudah.

Masyarakat Jepang sadar betul bahwa dengan pendidikanlah tradisi, intelektual, dan peradaban bisa dipertahankan dan dikembangkan. Selain itu, mereka memiliki budaya pendidikan yang positif bagi perkembangan anak. Berikut adalah budaya pendidikan unik ala Jepang seperti dikutip dalam buku Gado-Gado dan Sushi, yang ditulis oleh penulis Yunitha Fairani.


10Latih Kemandirian Anak dengan Membentuk Kelompok Kecil

Jika pada umumnya anak-anak TK di Indonesia berangkat dan pulang sekolah diantar jemput oleh orangtua masing-masing, Jepang memiliki caranya yang sedikit berbeda. Sekolah-sekolah di Jepang akan mengelompokkan sejumlah anak berdasarkan lokasi untuk berangkat dan pulang bersama.

Para murid TK akan berkumpul di tempat yang yang telah disetujui bersama (syuugoubasyo). Nantinya, saat berangkat dan pulang, mereka akan didampingi oleh seorang ibu. Para ibu dari murid-murid nantinya akan mendapatkan giliran untuk mendampingi.


9Melibatkan Peran Orangtua

Budaya pendidikan ala Jepang yang patut dicontoh adalah melibatkan orangtua dalam pendidikan mereka, terutama kaum ibu. Tidak seperti kebanyakan orang yang menilai bahwa sekolah adalah ‘bengkel’ moral dan intelektual, kaum ibu-ibu Jepang selalu menjalin kerja sama yang baik dengan pihak guru dan sekolah.

Para ibu yang mengalami dilemma berkarir atau berumah tangga pun tak perlu khawatir. Jika anak sudah beranjak remaja dan dapat mandiri, para ibu-ibu di Jepang masih memiliki kesempatan untuk bekerja. Disinilah peranan pemerintah Jepang patut diacungi jempol. Para ibu dapat berkonsentrasi penuh untuk merawat anak dan keluarga dan tak perlu khawatir dengan masa depan mereka karena peluang kesempatan yang terbuka.


8Mengenalkan lingkungan alam sejak dini dengan Ensoku

Anak-anak TK dan SD di Jepang melakukan Ensoku minimal dua kali dalam setahun. Ensoku adalah perjalanan jauh dengan berjalan kaki. Perjalanan yang dilakukan pun bak perjalanan melintasi alam seperti melintasi perbukitan. Melalui kegiatan Ensoku, anak-anak diajarkan untuk tangguh dan mencintai alam.


7Belajar Bertanggung Jawab dengan Mengerjakan PR

Memberikan pekerjaan rumah atau PR kepada anak-anak sekolah sampai saat ini masih menuai polemik. Namun di Jepang, terutama saat libur musim panas tiba, anak-anak akan diberikan pekerjaan rumah atau PR yang harus dikerjakan. Dimasa-masa inilah biasanya kaum ibu mulai uring-uringan untuk mengingatkan anaknya yang malas-malasan mengerjakan PR.


6Mengapresiasi Orang Lain

Jepang adalah salah satu negara yang tidak pelit untuk mengucapkan terima kasih dan meminta maaf. Anak-anak diajarkan sejak dini untuk memberikan apresiasi dan terima kasih saat diberikan bantuan dan meminta maaf saat berbuat salah.


5Kerja Sama

Rahasia mengapa orang Jepang selalu kompak dan tahan banting dalam keadaan darurat adalah karena mereka bekerja sama dengan baik dan bergotong royong. Begitu pun di dunia sekolah dan pendidikan.

Mereka menggunakan sistem komunikasi pesan berantai atau renrakumou untuk mempermudah kerja sama. Satu hingga dua orang wali murid akan bertugas sebagai koordinator. Tugas mereka adalah menyampaikan pesan kepada orang tua murid lain yang posisinya berada di bawahnya, begitu seterusnya.


4Penanaman nilai-nilai yang dilaksanakan sehari-hari

Alih-alih terlalu banyak teori, Jepang lebih mementingkan praktik pelaksanaan pendidikan di kehidupan sehari-hari. Sebagian besar pelajaran sekolah Jepang pada level usia dini adalah belajar ‘bagaimana caranya untuk hidup’. Seperti menanamkan pengetahuan tentang alam sekitar adalah hal yang penting di Jepang. Tak heran, Jepang tumbuh menjadi negara yang kuat meski bencana sering melanda.


3Latih Sportivitas dengan Undokai

Undokai adalah salah satu kegiatan mengisi waktu senggang di sekolah atau class meeting. Bedanya, undokai diadakan selama sehari penuh dan dihadiri oleh orangtua. Kegiatan undokai biasanya diisi dengan kompetisi olahraga. Siswa diajarkan untuk berkompetisi namun dengan tetap sportif dan penuh semangat.


2Perhatian Guru kepada Murid

Di Jepang, para guru akan selalu berusaha untuk tetap dekat dengan murid-muridnya. Salah satunya adalah dengan mengirimkan shochumimai atau kartu ucapan selamat musim panas. Isi dari kartu tersebut pada umumnya berupa pertanyaan-pertanyaan yang isinya menanyakan kabar, curhat, atau mengingatkan. Misalnya, ‘bagaimana dengan liburanmu, sudahkah kamu mengisinya dengan bermain? Atau, ‘sepinya sekolah tanpa kehadiranmu’.

Kartu pos tersebut bertujuan untuk menjalin komunikasi yang hangat dengan para siswa dan menumbuhkan semangat untuk siap kembali bersekolah untuk beberapa minggu ke depan. Uniknya, guru-guru kelas terdahulu bahkan terkadang masih mengirimkan kartu pos untuk merawat silaturahmi.


1Cegah Bullying dengan Sistem Pair Onii chan dan Onee chan

Lagi-lagi, dengan budaya pendidikan nya, Jepang memiliki cara unik untuk mencegah bullying. Caranya adalah dengan membentuk pasangan kakak kelas. Misalnya saja murid-murid kelas 5 SD yang membuat aneka macam permainan seru untuk dimainkan bersama anak-anak TK besar.

Jadi, saat anak-anak TK besar akan memasuki dunia SD, mereka tak perlu takut dan khawatir. Anak-anak kelas 5 SD yang akan naik kelas 6 SD akan menjadi supercaptain. Mereka akan melindungi, menjaga, dan mengayomi adik-adik mereka.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry