Teknologi

10 Fakta Mengejutkan Dibalik Sosok Jenius Penemu Pokemon Go

Pokemon Go merupakan game pertama di dunia yang mampu memecahkan rekor dengan jumlah unduhan yang fantastis. Bahkan dalam minggu pertama sejak dirilis, game ini telah diunduh sebanyak 10 juta kali.

Game yang dalam waktu sekejap menjadi viral ini mendadak menjadi perbincangan panas di berbagai negara. Bahkan, negara-negara yang sebenarnya belum mendapatkan ‘antrian’ untuk dapat memainkan game inipun mendadak bereuforia dan antusias untuk memainkannya.

Lantas, apa sih sebenarnya Pokemon Go itu?

Pokemon Go adalah game berjenis Augmented Reality (AI). Game ini merupakan sebuah inovasi yang segar dimana para pemainnya turut dilibatkan secara aktif dibandingkan dengan game-game yang lain. Meskipun Indonesia belum resmi menjadi negara pengakses Pokemon Go, namun kehebohan game ini sudah tampak terlihat dimana-mana.

Lihat saja di jalan-jalan utama, tempat ibadah, hingga kantor pemerintahan. Para pemain tersebut tampak sibuk untuk mengejar dan menangkap seekor pokemon.

Lantas, siapa sih sosok dibalik boomingnya Pokemon Go itu? Ketika semua orang terlalu sibuk untuk memainkannya, pernahkah Anda berpikir bahwa betapa hebatnya pencipta game fenomenal ini?

Bagaimana bisa game out of the box ini mampu menghipnotis sekian juta gamers diseluruh dunia?

Dialah John Hanke, sosok jenius dibalik suksesnya Pokemon Go. Ingin tahu fakta-fakta dibalik perjalanan Pokemon Go selama ini? Simak Selengkapnya.


10Mengawali karir di dunia internet gaming

faktatentangjohnhanke10

John Hanke muda merupakan sosok yang sangat aktif. Ia mengenyam bangku pendidikan sarjana di University of Texas, Austin dan mendapatkan gelar masternya di University Of California, Berkeley pada tahun 1996. Setelah lulus, ia bekerja di dua perusahaan software ternama yaitu Archetype Interactive dan Big Network.

John Hanke juga merupakan salah satu orang yang sukses mengantarkan Massively Multiplayer Online Game (MMO) atau game online banyak pemain untuk yang pertama kali. MMO tersebut dinamakan ‘Meridian 59’. Kemudian, game tersebut dibeli sebuah perusahaan yaitu 3DO untuk dikembangkan menjadi visi yang lebih besar, “memetakan dunia”.


9Keyhole

faktatentangjohnhanke9

Prestasinya tidak berhenti sampai disitu saja, Pada tahun 2000, ia melaunching Keyhole, sebuah aplikasi dimana peta dapat diintegrasikan dengan aerial photography secara online untuk yang pertama kali. Seperti diketahui bahwa keyhole merupakan awal mula terciptanya Google Earth.


8Bekerja sama dengan pihak Google

faktatentangjohnhanke8

Potensi Keyhole dimasa depan ternyata menarik perhatian Google untuk membelinya. Pada tahun 2004, dengan bantuan Hanke, pihak Google akhirnya resmi membeli Keyhole dan kemudian mengembangkannya menjadi Google Earth hingga saat ini. Pada saat Google Earth berkembang dengan pesat itulah Hanke memutuskan untuk fokus pada pengembangan game berbasis GPS.


7Bergabung dengan Google Geo Team

faktatentangjohnhanke7

John Hanke mulai merintis dan fokus pada Google Geo Team pada tahun 2004 hingga tahun 2010. Ia bersama-sama dengan timnya mengkreasikan beberapa temuan yang bermanfaat seperti Google Street View dan Google Maps. Dalam kurun waktu tersebut, ia mulai memformulasikan dan membangun tim yang solid untuk bersama-sama merancang Pokemon Go.


6Meluncurkan Niantic Labs

faktatentangjohnhanke6

Pada tahun 2010, Hanke mulai merintis perusahaan rintisan (start up) bernama Niantic Labs yang didanai oleh Google. Perusahaan ini fokus pada game berbasis GPS. Ia berpendapat bahwa di masa yang akan datang, pengembangan internet yang luar biasa memungkinkan pengguna untuk bisa berpetualang melalui game yang mengintegrasikannya dengan dunia nyata.


5Merilis Ingress

faktatentangjohnhanke5

Ingress merupakan game MMO pertama yang diluncurkan oleh Niantics. John mengatakan bahwa Ingress merupakan bentuk aktivitas dunia nyata dalam handphone setiap pengguna. Inspirasi ini ia dapatkan ketika ia berkhayal tentang perjalanan pergi dan pulangnya dari rumah ke Google. Selain itu, ia menginginkan agar ponsel pintar para pengguna di seluruh dunia menjadi lebih bermanfaat dan keren.


4Kerja sama antara Google dan The Pokemon Company

faktatentangjohnhanke4

Pada tahun 2014, Google dan Pokemon Company akhirnya bekerja sama untuk membuat sebuah aktivitas pada momen April Full’s Day Jokes dimana para viewers diberikan tantangan untuk mencari pokemon di Google Maps. Tak disangka-sangka ternyata aktivitas ini menjadi viral. John lantas berpikir bahwa kesempatan ini dapat dimanfaatkan sehingga ia mengubah idenya tersebut menjadi sebuah game yang benar-benar nyata.


3Memutuskan untuk membangun Pokemon Go

faktatentangjohnhanke3

John Hanke memutuskan membangun Pokemon Go bersama dengan tim Ingress yang kemudian dilengkapi dengan fitur Pokestops and gyms. Lokasi pokestops sendiri ditentukan oleh pengguna sehingga pemain dapat dengan bebas untuk memainkannya.


2John Meraih US$ 25 juta dari Google, Nitendo, dan Pokemon Company

faktatentangjohnhanke2

Hingga saat ini, tercatat John telah menerima sebanyak 25 juta dollar Amerika Serikat dari beberapa perusahaan rekanan yang menjadi investornya. Diperkirakan, jumlah investasi ini akan terus meningkat. Mengingat Pokemon Go yang semakin viral dan populer di seluruh dunia.


1Kesuksesan Gemilang Tersebut Dibangun Selama 20 Tahun!

faktatentangjohnhanke1

Tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan cara yang instan. Kerja keras Hanke selama 20 tahun ini ternyata membuahkan hasil yang luar biasa. Game fenomenal ini pun mampu meraih keuntungan US$ 2 juta setiap harinya. Bahkan, saham Nitendo pun melonjak tajam mencapai angka 25% dari sebelumnya.

Seorang John Hanke yang mampu meraih kesuksesan dengan gemilang tersebut memulai perjalanan panjangnya tersebut dengan satu langkah kecil. Seorang Hanke pun merintis perjalanan panjang suksesnya dari sebuah perusahaan rintisan (start up). Bagaimana dengan Anda? Sudahkan Anda melakukan langkah kecil hari ini?

Yuk, Sebarkan Semangat John Hanke dengan Like dan Share Tulisan ini 😉


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.
error: Alert: Content is protected !!