Pengetahuan

10 Fakta Plastik yang Telah Menjadi Polutan Terbesar di Bumi

Sebelum membaca beberapa fakta tentang polusi yang disebabkan oleh plastik, luangkan waktu sejenak untuk melihat disekita Anda. Baik itu casing smartphone Anda, cangkir yang Anda minum, atau wadah untuk menampung makan siang Anda, hampir semuanya terbuat dari plastik. Kita menggunakan produk plastik sehingga produk ini benar-benar tidak bisa lagi terpisah dari kehidupan kita.

Manusia memproduksi kuantitas plastik yang cukup banyak yang akhirnya merusak lingkungan dan diri kita. Polusi plastik juga menghancurkan ekosistem dan banyak hewan diluar sana yang telah menjadi korban dari produksi plastik yang telah tidak terkontrol. Berikut 10 fakta menyeramkan tentang polusi plastik yang pada akhirnya mungkin akan dapat mengubah cara kita dalam menggunakan plastik.


1046% Plastik Mengambang di Lautan

Studi menunjukkan bahwa produksi plastik telah meningkat dari dua juta ton pada tahun 1950-an menjadi 380 juta ton pada tahun 2015 lalu. Pada 2050, diperkirakan akan ada 34 miliar ton plastik yang akan diproduksi. Masalahnya adalah hampir setengah dari jumlah total sampah plastik ini mengambang di permukaan laut. Tidak ada yang tahu berapa banyak plastik yang telah tenggelam ke kedalaman terdalam di dasar lautan.


9Gelas Plastik Butuh Waktu 40 Hingga 80 Tahun untuk Dapat Terurai

Karena gelas plastik mengandung bahan yang tidak terbarukan, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk gelas plastik ini dapat terurai. Sejauh ini Jerman menjadi negara yang mendaur ulang sekitar 56% dari total limbah plastiknya. Austria berada di posisi kedua dengan 53% dan Korea Selatan dan Wales berada di posisi ketiga dengan 53%.


8Ada Sekitar 100.000 Mamalia Laut yang Terbunuh Setiap Tahunnya karena Limbah Plastik

Sejumlah besar segmen plastik di laut dan di darat semakin membuat banyak biota laut untuk keliru dan menganggapnya sebagai makanan. Ratusan ribu hewan terbuuh setiap tahun karena polusi plastik.


7Hanya Ada Empat Cara untuk Mengelola Sampah Plastik

Dengan komposisi kimia yang rumit, plastik hanya dapat didaur ulang, dikonversi menjadi bahan bakar atau energi, dihancurkan, atau dibuang ke lingkungan alami. Tentu saja, opsi opsi terbaik adalah mendaur ulang atau mengubah plastik menjadi bahan bakar. Namun proses ini juga memerlukan banyak faktor sebelum dapat dikerjakan.


6Ada Setidaknya 500 juta Sedotan Plastik yang Digunakan Setiap Hari

Sedotan plastik ada di hampir setiap minuman dan makanan cepat saji. Sedotan plastik sebenarnya adalah pencemar utama bagi lautan dan pantai kita. Sementara itu 14% dari sampah plastik juga datang dari bungkus minuman. Angka ini tidak termasuk tutup dan label wadah botol. Dengan tidak menggunakan wadah sekali pakai, kita dapat mengurangi sampah plastik secara signifikan.


5Negara-Negara di Asia jadi Produsen Plastik Terbesar

Negara-negara Asia seperti Indonesia, China, Thailand dan Filipina menyumbang 60% dari plastik yang merambat ke laut. Bahkan China, Indonesia, dan Vietnam menjadi negara yang menyumbang sebagian besar limbah plastik. Sayangnya, ketiga negara ini memiliki tingkat kemawasan yang rendah tentang konsep recycle dan penggunaan ulang.


4Terumbu Karang Menjadi Korban Limbah Plastik

Terumbu karang adalah ekosistem produktif terbesar di dunia yang juga menyediakan rumah bagi banyak organisme laut. Terumbu karang juga melindungi garis pantai dari efek perusakan dari gelombang dan badai tropis serta membantu mengoreksi jumlah karbon dan nitrogen. Bakteri dari plastik adalah salah satu alasan terumbu karang mati dan menyebarkan penyakit.


34% Jumlah Minyak di Dunia Digunakan untuk Membuat Plastik

Minyak adalah sumber daya berharga yang tidak dapat diperbarui. Emas Hitam ini juga memasok energi untuk bahan bakar kendaraan kita, menghangatkan rumah dan menghidupi industri listrik di seluruh dunia. Menurut tinjauan BP, akan mudah untuk menyimpulkan bahwa kita akan kehabisan minyak dalam 55 tahun atau lebih cepat. Dengan mengurangi atau menghilangkan produksi produk plastik, kita akan dapat menghemat sekitar 4% dari total minyak dunia.


2Sayangnya, Daur Ulang Masih Kesulitan untuk Menanggulangi Jumlah Sampah Plastik

Daur ulang adalah cara terbaik untuk membantu mengurangi polusi yang disebabkan oleh limbah plastik. Namun, dengan jumlah plastik yang ada saat ini yang terus diproduksi dengan laju pembusukan plastik, daur ulang hanya bisa menggores permukaan dari masalah lingkungan yang telah sangat besar. Untuk dapat melihat dampak dari perubahan, kita perlu memperlambat laju produksi plastik.


1Ada Mikroplastik dalam Minuman Kita

Mikroplastik adalah potongan puing plastik yang sangat kecil. Karena ukurannya kecil, mereka dapat melewati sebagian besar filter air. Studi terbaru telah menemukan bahwa mikroplastik berada di 83% pasokan air minum di kota-kota besar di seluruh dunia.

Bukannya tanpa masalah, konsumsi Bisphenol A (BPA) dan Bisphenol A diglycidyl (BADGE) yang merupakan bahan kimia yang digunakan dalam produksi plastik diperkirakan dapat menjadi salah satu kausalias untuk munculnya obesitas.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry