Dunia Medis

10 Jenis Vaksin yang Bersifat Krusial untuk Kesehatan Anak

Meski masih menjadi salah satu topik yang selalu diperdebatkan, bukti bahwa vaksinasi telah membantu hidup banyak orang tidak lagi bisa disanggah. Beberapa jenis vaksin secara ilmiah dan nyata telah memberi manusia kesempatan untuk meraih tonggak sejarah peradaban yang lebih jauh. Berikut adalah 10 jenis vaksin yang sangat akan krusial dalam menjaga kesehatan si buah hati.

Peringatan: Informasi medis yang terdapat dalam artikel ini adalah untuk tujuan informasi umum dan bukan ditujukan sebagai pengganti diagnosis, saran, ataupun tindakan dari dokter. Kami sangat menyarankan Anda untuk mengunjungi dokter atau tenaga ahli kesehatan yang kompeten jika mengalami atau membutuhkan saran dan tindakan medis.


10Hepatitis B

Hepatitis B adalah penyebab utama gagal hati karena virus, dan sifatnya sangat membunuh. Tidak seperti vaksinasi lainnya, vaksinasi hepatitis B sebenarnya diberikan saat lahir. 3 dosis vaksin diberikan sampai usia 18 bulan. Strategi pencegahan ini dimulai pada tahun 1991 di Amerika Serikat.


9Rotavirus

Rotavirus dapat menyebabkan diare berair yang parah, sakit perut, demam, kehilangan nafsu makan dan dehidrasi. Meskipun penyakit ini kerpa mempengaruhi pasien dewasa juga, namun rotavirus akan sangat memberatkan bagi pasien kelas umur anak-anak. Lebih buruk lagi, sekali Anda pernah terkena rotavirus, maka Anda masih akan bisa terus terkena dampak untuk kedua kalinya.


8Difteri

Difteri adalah infeksi bakteri yang sangat serius yang dapat disebarkan dari orang lain yang bersin atau batuk atau dari fomite  – fomite adalah jargon medis untuk benda mati seperti mainan, sabun atau handuk. Difteri dapat menyebabkan sakit tenggorokan, demam, lemah dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.


7Hib

Hib adalah jenis yang paling relevan dari perspektif klinis, Haemophilus datang dalam 6 jenis: a, b, c, d, e dan f. Untuk semua yang Anda anggap remeh di luar sana, Haemophilus adalah organisme hidup pertama yang diurutkan genomnya. Terlepas dari namanya, Haemophilus influenza tidak menyebabkan flu. Hib dapat menyebabkan ensefalitis pneumonia, selulitis (infeksi kulit) dan epiglottitis. Dalam realitanya, Hib akan berdampak sangat berat pada anak-anak.


6Pneumokokus

Vaksin pneumokokus melindungi anak dari pneumokokus, suatu organisme yang dapat menyebabkan infeksi yang berpotensi mematikan. Secara khusus, pneumokokus dapat menyebabkan banyak masalah seperti pneumonia berat, infeksi telinga, infeksi sinus, meningitis dan bakteremia (infeksi darah).


5Polio

Meskipun Polio telah jarang didapati di sebagian besar negara-negara besar dan berkembang, poliomielitis atau infeksi yang disebabkan oleh virus polio masih umum terjadi di negara-negara miskin di mana lebih sedikit orang telah divaksinasi. Vaksin polio diberikan dalam 4 dosis mulai usia 2 bulan hingga 6 tahun.


4Influenza

Vaksin influenza melindungi kita dari flu. Influenza sangat menular dan menyebar dengan cepat di udara di lingkungan yang ramai seperti pusat penitipan anak. Seringkali, anak-anak membawa pulang virus dan menginfeksi saudara kandung dan orang tua mereka. Untuk anak-anak berusia antara 6 bulan dan 8 tahun, vaksin influenza diberikan setiap tahun dalam satu atau dua dosis yang dipisahkan setidaknya 4 minggu. Bagi mereka yang berumur lebih dari 7 tahun, vaksin ini diberikan sekali setahun.


3Rubella

Infeksi virus rubella relatif ringan dan berumur pendek. Pada sekitar setengah dari mereka yang terinfeksi, rubella menyebabkan ruam pada tingkat rendah, yang dimulai pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Peradangan kelenjar ke arah belakang leher dan kepala (posterior auricular dan suboccipital) akan menyertai ruam. Pada bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi, infeksi rubela akan jauh lebih serius dan dapat menyebabkan katarak kongenital yang perlu diangkat melalui pembedahan.


2Varicella

Virus varicella zoster menyebabkan cacar air dan herpes zoster, infeksi kulit yang menyakitkan dan terlokalisir. Vaksin Varicella biasanya diberikan dalam 2 dosis: satu dosis pada umur 12 hingga 15 bulan dan dosis kedua yang diberikan pada 4 hingga 6 tahun.


1Hepatitis A

Tidak seperti hepatitis B dan C, hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal. Penyakit ini biasanya ditemukan di negara-negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk di mana, menurut WHO, 90 persen anak-anak dapat terinfeksi sebelum usia 10 tahun. Gejala-gejala infeksi hepatitis A dapat berkisar dari demam ringan hingga berat, diare, ketidaknyamanan di bagian perut, kehilangan nafsu makan, urin yang gelap dan penyakit kuning atau menguningnya kulit dan mata.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry