Dunia & Peristiwa Tragedi

10 Kasus Penculikan Aktivis Tahun 1997/1998

Salah satu misteri terbesar di Indonesia adalah kasus penculikan aktivis yang notabene dihilangkan paksa oleh militer menjelang Reformasi pada tahun 1998. Tercatat ada 23 orang yang dihilangkan paksa oleh negara, 9 orang dilepaskan, 1 ditemukan meninggal dengan luka tembak di kepala dan keberadaan 13 orang lainnya masih menjadi misteri.

Hingga kini tidak ada yang tahu pasti apa alasannya dan siapa yang memberikan perintah, namun yang jelas kejadian penghilangan paksa tersebut terjadi pada pasca pemerintahan alm. Soeharto dan di bawah kepemimpinan Jendral tertinggi ABRI, Wiranto.

Berdasarkan request dari seorang pembaca Tentik, berikut adalah sepuluh dari tiga belas aktivis yang menghilang dan tidak diketahui keberadaannya hingga sekarang.


10Yadin Muhidin

penculikanaktivis10

Yadin Muhidin lahir di Jakarta pada tanggal 11 September 1976 dan merupakan alumnus sekolah pelayaran. Yadin bukanlah seorang politikus, bahkan dia lebih memilih mengisi hari-harinya dengan berkumpul bersama teman-teman di sekitar rumahnya. Entah karena alasan apa, Yadin menjadi salah satu korban penculikan saat kerusuhan tanggal 14 Mei 1998. Berdasarkan laporan polisi, Yadin sempat ditahan selama dua hari di Mapolres Jakarta Utara sebelum dia hilang.


9Sonny

foto: www.stopimpunity.org

foto: www.stopimpunity.org

Selain bekerja sebagai supir, ternyata Sonny juga aktif di dunia politik yaitu menjabat sebagai fungsionaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Jakarta Utara. Hilang pada tanggal 26 April 1997 di Jakarta, Sonny diduga ditangkap karena mendukung kegiatan-kegiatan PDI Megawati.


8Deddy Hamdun

foto: www.merdeka.com

foto: www.merdeka.com

Deddy adalah seorang pengusaha dan juga politikus yang aktif menjabat sebagai kader di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Saat sedang kampanye di Jakarta pada tanggal 29 Mei 1997, suami dari artis Eva Arnaz ini hilang begitu saja. Diduga aparat telah lama mengincar dirinya karena dia aktif mengusung Mega-Bintang. Namun ada dugaan lain yang mengaitkan peristiwa menghilangnya Deddy dengan pekerjaannya sebagai pengusaha dalam masalah sengketa tanah.


7Noval Alkatiri

foto: www.merdeka.com

foto: www.merdeka.com

Pengusaha dan direktur PT. Sangkuriang Tour & Travel bernama Noval (atau Nova) Alkatiri hilang bersama dengan BMW putih miliknya. Noval juga adalah pendukung berat pasangan Mega-Bintang pada kampanye Pemilu 1997. Noval sedang berada satu mobil dengan Deddy saat mereka diculik pada tanggal 29 Mei 1997.


6Yani Afri

foto: www.merdeka.com

foto: www.merdeka.com

Yani Afri adalah seorang sopir angkutan umum yang juga aktif berpolitik dan ikut mendukung koalisi Mega Bintang dalam Pemilu 1997. Pria kelahiran Jakarta 26 April 1971 ini menjadi korban penculikan oleh sejumlah aparat Komando Distrik Militer Jakarta Utara pada hari ulang tahunnya, yakni tanggal 26 April 1997 di Jakarta. Setelah itu tidak ada kabar lagi dari Yani hingga saat ini.


5Ucok Munandar Siahaan

foto: www.merdeka.com

foto: www.merdeka.com

Ucok M. Siahaan lahir di Jakarta tanggal 17 Mei 1976 dan merupakan mahasiswa Perbanas. Meski aktivitas politiknya tidak begitu diketahui, Ucok sempat mengatakan kepada ibunya bahwa rezim Soeharto akan jatuh. Beberapa hari sebelum hilang (diduga diculik saat kerusuhan 14 Mei 1998), Ucok minta ibunya untuk membuatkan gurami goreng kegemarannya, lalu tidur bersama dengan ibunya. Sepertinya Ucok tahu apa yang akan terjadi pada dirinya.


4Suyat

penculikanaktivis4

Pria kelahiran Jawa Tengah pada tanggal 1 Oktober 1975 bernama Suyat ini baru berusia 23 tahun saat dihilangkan paksa. Suyat merupakan aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dan juga Partai Rakyat Demokratik (PRD). Pada tanggal 12 Februari 1998 saat Suyat sedang berada di rumah temannya di Solo, ada sekitar 10 orang yang menjemput, atau lebih tepatnya membawa kabur Suyat menggunakan mobil Kijang.

Penculikan ini dipercaya ada kaitannya dengan kasus peledakan bom di kompleks rusun Tanah Tinggi, Jakarta.


3Petrus Bima Anugrah

foto: www.merdeka.com

foto: www.merdeka.com

Petrus Bima Anugrah atau biasa dipanggil juga dengan nama Bimo Petrus merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi dari Universitas Airlangga Surabaya. Kemudian dia melanjuti pendidikannya di Jakarta sebagai mahasiswa dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyakarya. Pria kelahiran Malang 24 September 1973 ini memang dikenal aktif berpolitik seperti Suyat di SMID dan PRD.

Bimo hilang pada minggu ketiga di bulan Maret tahun 1998. Sebelum hilang, dia sempat mengirim surat kepada orang tuanya di Malang dan berjanji akan pulang saat Paskah 1998.


2Herman Hendrawan

penculikanaktivis2

Sebagai aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), Hermawan Hendrawan (Herman) memang dikenal paling tegas dan berani menentang pemerintahan otoriter Soeharto. Bahkan dia sampai menghentikan kuliahnya demi memperjuangkan keadilan dan aktif mengikuti berbagai organisasi politik. Pria kelahiran Pangkal Pinang 29 Mei 1971 ini pernah bergabung dengan PRD, FKMS, UKM, HMI, SMID, KBM/KSM, serta PPBI.

Herman hilang usai konferensi pers Komite Nasional Penyelamat Demokrasi (KNPD) di Jakarta pada tanggal 12 Maret 1998.


1Wiji Thukul

penculikanaktivis1

Wiji Thukul lahir di Solo pada tanggal 3 November 1967 dan hilang pada tanggal 10 Januari 1998. Wiji dikenal sebagai penyair revolusioner dan juga aktivis di Jaker (Jaringan Kerja Kesenian Rakyat). Dia juga dikenal akan puisi-puisinya yang luar biasa tajam mengkritik kediktatoran rezim Soeharto.

Sebelum menghilang, Wiji sempat berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran aparat sejak Juni 1996. Dalam pelariannya pun Wiji masih sempat menulis puisi-puisi yang terus membakar semangat revolusi. Berikut penggalan salah satu puisinya, “Hanya ada satu kata: Lawan!”.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry