Dunia & Peristiwa Sosial

10 Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal di Dunia Tahun 2017

Divisi riset dan analisis dari The Economist Group, The Economist Intelligence Unit (The EIU) merilis laporan Survei Biaya Hidup Terbaru di Seluruh Dunia Tahun 2017 baru-baru ini. Daftar lima besar ternyata diisi empat kota dari Asia. Laporan ini pun bisa jadi pertimbangan saat ingin berkunjung. Berikut ini 10 kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia tahun 2017.


10Kopenhagen

Ibukota Denmark ini mendapat nilai 100 dalam Worldwide Cost of Living 2017 yang disusun berdasarkan lebih dari 400 harga untuk 160 produk dan jasa berbeda ini, sama seperti New York. Biaya hidup di kota dengan populasi penduduk terbanyak di Denmark ini memang lebih tinggi dibanding di London, Inggris, meski posisinya turun satu peringkat dari tahun 2016.


9New York

Salah satu kota besar di Amerika Serikat ini menjadi wakil tunggal Amerika Utara pada 2017. Sayangnya, setelah sempat naik ke posisi 7 pada tahun lalu, kini New York turun ke peringkat 9, karena melemahnya dolar AS, yang ikut mempengaruhi posisi kota-kota lain di negara itu. Meski begitu, posisi ini tetap cukup tinggi dibanding lima tahun lalu masih di peringkat 46.


8Paris

Kota terpadat di Prancis, sekaligus ibukota negara Eropa Barat tersebut sudah bertahan 15 tahun dalam daftar 10 kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia ini. Meski begitu, biaya relatif untuk tinggal di Paris telah dimoderasi belakangan ini. Saat ini, tinggal di kota tersebut hanya 7 persen lebih mahal dari New York. Sedang lima tahun lalu selisih sampai 50 persen.


7Jenewa

Jenewa mengalami penurunan peringkat dari posisi 4 pada tahun 2016, meski nilainya sama dengan Paris, 107, yang turun dari posisi 6. Sebagai kota dengan penduduk terbanyak kedua di Swiss, setelah ibukota Zurich, dengan total hampir 200 ribu jiwa pada Desember 2015 lalu, biaya hidup di kota ini memang cukup tinggi dibanding kota-kota besar lainnya di benua biru.


6Seoul

Sebagai ibukota Korea Selatan sekaligus kota terbesar di negara Asia tersebut, tak salah jika biaya hidup di Seoul sangat tinggi. Kota ini; bersama Tokyo dan Osaka di Jepang, menjadi tiga kota paling mahal di dunia untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok. Bayangkan saja, topping keranjang kelontong hampir 50 persen lebih mahal di Seoul daripada di New York.


5Osaka

Bersama Tokyo, Osaka mengalami peningkatan signifikan dalam daftar kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia ini. Pada tahun lalu, kota ini hanya bertengger di posisi 14. Namun kini posisinya naik sembilan peringkat dengan nilai 109, unggul satu poin dari Seoul. Hal ini terjadi karena adanya penguatan mata uang Jepang, Yen dalam setahun terakhir.


4Tokyo

Tahun 2016 lalu, Tokyo juga berada di luar 10 besar. Padahal, ibukota Jepang ini sempat menjadi kota paling mahal di dunia pada 2012, sebelum terlempar ke posisi 7 karena ada pemulihan yang berkelanjutan dalam kekuatan mata uang Yen. Pada tahun 2017 ini, kota berpenduduk lebih 13 juta jiwa itu naik tujuh peringkat dengan jumlah poin mencapai 110.


3Zurich

Inilah kota dengan biaya hidup paling mahal di Eropa dengan nilai 113. Zurich, kota terbesar di Swiss sekaligus ibukota negara melengkapi empat kota wakil Eropa dalam daftar 10 besar ini. Padahal, sebenarnya biaya hidup di kota-kota Swiss, termasuk Zurich, dan juga Jenewa, relatif telah jatuh sedikit belakangan ini. Makanya, posisi kota ini pun turun dari peringkat 2.


2Hong Kong

Wilayah administratif khusus dari China ini masih bertahan di posisi 2 pada tahun 2017 ini, dengan nilai 114. Menariknya, meski menjadi salah satu kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia, namun Hong Kong dikenal sebagai surga belanja, sehingga selalu ramai dikunjungi turis mancanegara. Bahkan, kota ini pun disebut-sebut sebagai terpadat di dunia.


1Singapura

Satu-satunya wakil Asia Tenggara, Singapura masih mampu mempertahankan gelar sebagai kota paling mahal di dunia selama empat tahun berturut-turut. Meski begitu, pada kategori perawatan pribadi, barang rumah tangga dan domestik, kota ini tetap lebih murah daripada kota lainnya di Asia. Namun, soal kendaraan, pakaian, dan makanan memang masih mahal.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.
error: Alert: Content is protected !!