Dunia & Peristiwa

10 Kisah Orang yang Selamat dari Bencana Alam

Anda telah merencanakan liburan dari jauh-jauh hari, menikmati indahnya pemandangan dan udara segar. Anda tahu tempat yang bagus yang tidak banyak diketahui orang, surga anda sendiri untuk menjauhkan diri dari jenuhnya pekerjaan. Anda semangat menghitung hari-hari sampai keberangkatan. Baju, air minum, cemilan kecil, kamera dan barang-barang pribadi sudah siap.

Anda lalu pergi meninggalkan kota menuju suatu tempat, lalu anda terjatuh ke bawah tebing sedalam 15 meter. Anda tersangkut, anda mencoba menghubungi kerabat anda untuk pertolongan tapi tidak mendapatkan sinyal. Anda berteriak meminta tolong namun tidak ada orang yang tahu tempat anda berada. Air dan makanan anda sudah hampir habis. Apa yang akan anda lakukan? Seberapa kuat keinginan anda untuk bertahan hidup? Mari kita simak pengalaman 10 Orang Yang Selamat Dari Bencana Alam di bawah ini.


10Yossi Ghinsberg

orangselamatdrbencana10

“Saat yang paling sulit adalah setelah beberapa hari terjebak, ketika saya menyadari bahwa saya benar-benar sendirian”

Yossi Ghinsberg dan tiga orang kawannya pergi menjelajah ke hutan Amazon. Untuk bertahan hidup di hutan sangatlah susah dan mulailah ada cekcok di kelompok itu sehingga akhirnya mereka pun bubar. Ghinsberg tetap dengan Kevin dan berpisah dengan dua orang lainnya, Markus dan Karl. Ghinsberg dan Kevin lalu menaiki rakit namun kehilangan kendali saat rakit itu semakin mendekati ujung air terjun. Kevin berhasil sampai ke pinggiran tapi Ghinsberg tidak kuasa melawan arus kencang dan terbawa jatuh di air terjun tersebut, nyaris kehilangan nyawanya.

19 hari berikutnya merupakan hari penuh tantangan untuk Ghinsberg. Dia selamat dari serangan jaguar pada tengah malam dengan membakar semprotan obat nyamuk dan menyemburkan apinya ke jaguar itu. Kawanan rayap berpesta mengerumuni kulitnya yang terkelupas dan bajunya. Dia minum air seninya sendiri saking kehausan dan makan buah dan telur mentah dari sarang ayam di hutan. Dia hampir tenggelam oleh banjir dan lumpur. Dia akhirnya ditemukan oleh Kevin, yang telah membentuk sebuah tim penyelamat dengan penduduk setempat. Marcus dan Karl tidak pernah ditemukan.


9Vincent Coleman

orangselamatdrbencana9

“Di laut bebas saya tersadar bahwa saya sangatlah kecil dan tidak berarti apa-apa – Karena itu, sungguh merupakan suatu perasaan yang luar biasa untuk dapat menjadi orang yang rendah hati”

Steven Callahan berlayar keluar dari Kepulauan Canary di perahu kecil yang ia bangun sendiri. Enam hari kemudian, perahu tenggelam akibat kerusakan akibat tabrakan dengan sesuatu yang tidak diketahui saat malam hari. Dia kemudian menduga bahwa sesuatu itu adalah ikan paus. Dia meninggalkan perahunya dan pindah ke rakit yang berukuran sekitar enam meter.

Dia berhasil bertahan hidup sampai akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat 76 hari kemudian. Dia telah melewati rintangan hiu-hiu ganas, terbakar matahari, kerusakan fisik dan penderitaan mental. Untuk makanan, ia berburu ikan dengan tombak dan menangkap burung. Dia kehilangan sepertiga dari berat badannya selama ini. Ketika rakit itu bocor, ia tetap berhasil bertahan selama 33 hari sampai diselamatkan.


8Colby Coombs

orangselamatdrbencana8

“Saya harus tetap membuka mata dan mengabaikan rasa sakit”

Pada bulan Juni tahun 1992, Colby Coombs dan dua orang temannya mendaki gunung Foraker di Alaska setinggi kira-kira 5200 meter. Tiba-tiba salju longsor dan menimbun mereka. Coombs dan teman-temannya terseret longsor itu sampai jatuh sekitar 243 meter dan menabrak sungai yang sudah membeku. Teman-teman Coombs kehilangan nyawanya sementara Coombs mengalami gegar otak, patah pada pergelangan kaki, dua tulang patah di lehernya, dan juga bahunya remuk. Selama enam hari, dia turun dari lokasi itu lalu berjalan sejauh 5 mil melintasi gletser sampai ia akhirnya mencapai kamp. Coombs masih memanjat gunung sampai hari ini.


7Eric Le Marque

orangselamatdrbencana7

“Saya masih ingat saat jatuh ke dalam salju, lalu melihat kaki saya dan berpikir kalau saya pasti akan kehilangan kaki ini”

Eric Le Marque, anggota tim hoki Olimpiade Perancis, hilang selama tujuh hari di padang gurun Sierra Nevada. Sebagai seorang Snowboarder, ia naik ke California Mammoth Mountain sampai badai salju melemparnya keluar jalur. Ia gagal untuk menemukan jalan kembali sebelum gelap. Ia menghabiskan malam di hutan dan berusaha untuk mendaki kembali keesokan harinya. Namun, ia malah merambah lebih dalam ke hutan.

Saat itu Le Marque hanya memiliki MP3 player, snowboard, dan pakaiannya. Untuk mengatasi kelaparan, dia mencari kacang dan memakan kulit pohon. Untuk minum, ia meminum salju yang mencair dan air sungai. Dia menggunakan snowboardnya untuk menggali sebuah lubang untuk perlindungan. Ia lalu terserang hipotermia dan kakinya membeku sampai menjadi hitam dan ungu. Setelah terjatuh ke air deras, ia juga hampir terseret air terjun setinggi 24 meter.

Le Marque berhasil selamat setelah ia menggunakan MP3 playernya untuk menemukan sinyal radio yang ia gunakan seperti kompas. Karena kerusakan jaringan di tubuh bagian bawah, sebagian besar kakinya harus diamputasi.


6Tami Oldham Ashcraft

orangselamatdrbencana6

“Angin melolong begitu keras menerbangkan percikan-percikan air. Begitu lebat seperti di dalam badai salju, anda tidak bisa melihat apa-apa”

Pada tahun 1983, Tami Oldham Ashcraft dan pacarnya, Richard Sharp, berlayar menggunakan perahu sepanjang 13 meter. Mereka dalam perjalanan ke San Diego dari Tahiti ketika bencana melanda. Mereka dihantam oleh badai yang termasuk dalam kategori empat (Untuk pengetahuan anda, badai kategori empat dianggap sebagai badai ekstrim, menghasilkan gelombang badai terbesar ketiga yang pernah tercatat). Dalam kasus ini, gelombang mencapai 15 meter dan angin yang kencang bertiup lebih dari 160 mil per jam. Perahu itu terbalik dan Ashcraft pingsan akibat benturan di bawah dek. Dia sadar 27 jam kemudian dan pacarnya, Sharp, hilang.

Sendirian di laut dan berkabung karena pacarnya, Ashcraft tampak putus asa. Namun, Ashcraft terus berjuang untuk bertahan hidup. Dia menggunakan langit untuk membantu navigasi untuk mencapai Hawaii yang berjarak 1500 mil. Dia menjatahi makanannya dan merakit sendiri tiang kapal lalu mulai berlayar. Dia akhirnya mencapai Hilo Harbor 41 hari kemudian.


5Ricky Megee

orangselamatdrbencana5

“Jika Anda harus minum urine anda sendiri, saya sarankan Anda biarkan dingin terlebih dahulu”

Ricky Megee berhenti untuk membantu pasangan yang mobilnya mogok. Selanjutnya, ia terbangun dengan batu dan tanah yang menimbunnya. Lubang itu dimaksudkan untuk menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Ia mengaku telah dibius dan dirampok oleh pasangan tersebut. Megee menderita sengitnya paparan sinar matahari dan kekurangan gizi selama dua bulan ke depan.

Dietnya terdiri dari lintah, kadal, serangga, katak, dan ular. Dia terpaksa minum air seninya ketika ia tidak menemukan genangan air hujan untuk diminum. Dia berbobot 100kg sebelum ia tersesat, menjadi 45kg saat akhirnya diselamatkan. Orang yang menemukan dan menyelamatkannya menggambarkan dia sebagai kerangka berjalan.


4Aron Ralston

orangselamatdrbencana4

“Saya akan sangat terkejut jika saya masih hidup sampai hari Selasa”

Bisakah anda mengamputasi lengan anda dengan pisau tumpul untuk bertahan hidup? Aron Ralston bisa, dan ia sudah melakukannya. Pada tanggal 1 Mei 2003, batu berbobot 360kg jatuh ke lengannya dan menjebaknya dalam ngarai batu Utah. Setelah terjebak di tempat yang sama selama lima hari dengan makanan dan persediaan air yang semakin menipis, Ralston melakukan langkah putus asa demi kelangsungan hidupnya. Dia menggunakan batu untuk mematahkan tulangnya.

Dia kemudian menggunakan pisau saku tumpulnya untuk memotong urat dan otot tangannya yang terjebak. Proses pemotongan memakan waktu sekitar satu jam dan akhirnya dia bebas. Dia berjalan menelusuri ngarai sedalam 20 meter dengan satu tangan dan berjalan di bawah terik matahari yang panas sampai ke mobilnya. Dalam perjalanan ia ditemukan oleh sebuah keluarga dan diberikan air minum sambil menunggu tim penyelamat datang. Sebuah film yang menceritakan pengalamannya telah dibuat berjudul “127 Hours”. Saya sarankan anda menontonnya.


3Bethany Hamilton

orangselamatdrbencana3

“Keberanian, pengorbanan, tekad, komitmen, ketangguhan hati, bakat , keberanian. Itulah yang dimiliki oleh gadis-gadis kecil, persetan dengan gula dan rempah-rempah”

Pada suatu pagi di bulan November 2003, Bethany Hamilton pergi ke Pantai Makau di Hawaii untuk berseluncur. Pada saat itu ia adalah seorang peseluncur kompetitif berusia 13 tahun. Dia berbaring di papan seluncur-nya dengan tangan menggantung di dalam air ketika hiu harimau berukuran 3-5 meter menyerangnya.

Lengan kiri Hamilton putus sampai ke bahu. Alih-alih panik dan mungkin tenggelam, Hamilton mendayung menuju teman-temannya menggunakan lengan satunya lagi. Dia bahkan masih sempat memperingatkan orang lain yang berendam di dalam air, berteriak bahwa ada hiu. Teman-temannya membantu Hamilton sampai ke pantai dan dia langsung dibawa ke rumah sakit. Hebatnya, Hamilton mulai berseluncur lagi bulan depannya.


2James Morrow

orangselamatdrbencana2

“Saya pikir kepala saya begitu jauh di dalam tenggorokannya sampai-sampai saya menyentuh lidah perasanya”

James Morrow, usia 45 tahun, sempat merasakan bagaimana rasanya berada di dalam rahang buaya lapar. Morrow sedang snorkeling di Florida. Dia sedang menyesuaikan alat snorklingnya ketika seekor buaya mencengkeram dia masuk ke tenggorokannya dan dengan keras mengguncang dia selama 10-20 detik sebelum akhirnya melepaskan dia.

Morrow lalu dibantu naik ke atas perahu oleh teman-temannya. Kekuatan dari rahang buaya itu menusuk dan merobek dadanya dan mematikan salah satu paru-parunya. Kepalanya terlihat melekuk dan bekas gigitan masih terlihat di lehernya. Satu-satunya hal yang ia sanggup lakukan saat diserang adalah untuk memukul-mukul buaya tersebut di tenggorokannya. Beruntung alat snorklingnya masih terpasang di wajahnya, menghindari dia dari luka serius lainnya, seperti contohnya mata tertusuk.


1Kootoo Shaw

orangselamatdrbencana1

“Saya pikir saya akan mati. Saya pikir saya sudah tamat”

Bekerja sebagai pemandu berburu, Kootoo Shaw sedang membantu sekelompok pemburu dari Wisconsin. Saat Shaw sedang tertidur di tenda, seekor beruang kutub menargetkan dia untuk menjadi santapannya di pukul 4 pagi. “Dia sudah menancapkan cakarnya di bawah leher saya untuk sementara waktu, aku bisa mendengar nafasnya, lalu ia melepaskan cakarnya dan dia melompat di atas saya sebanyak empat kali”, kenangnya.

Pemburu lain menembak dan membunuh beruang itu, namun Shaw menderita luka mengerikan. Dia mendapatkan banyak bekas cakaran dan juga gigitan, dan memerlukan hampir 300 jahitan untuk menempelkan kembali kulit kepalanya.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.
error: Alert: Content is protected !!