Dunia Medis Pengetahuan Sejarah

10 Penyakit Paling Berbahaya Dalam Sejarah Manusia

Separah-parahnya dampak peperangan yang terjadi, sepanjang sejarah manusia algojo eksekusi terbesar umat manusia adalah sederet penyakit yang mematikan. Dimulai dari kejadian Black Death di Eropa abad ke-14 atau perkembangan Ebola di daratan Afrika belakangan ini, hilangnya nyawa manusia dan biaya pengobatan bagi penyembuhan masyarakat telah berada dalam skala yang sangat besar. Berikut 10 penyakit paling berbahaya sepanjang sejarah manusia.


10TBC

Kerap menyerang paru-paru, penyakit ini disebarkan melalui air liur di udara. Gejala klasik dari infeksi tuberkulosis aktif adalah batuk kronis dengan dahak berwarna darah, demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Saat ini beberapa perkiraan menyebutkan hampir sepertiga dari penduduk dunia memiliki masalah dengan beberapa bentuk TBC.


9Influenza

Umumnya dikenal sebagai flu, influenza biasanya ditularkan melalui udara seperti TBC tetapi kadang-kadang melalui kontak langsung dengan permukaan yang terkontaminasi. Karena virus dapat dinonaktifkan oleh sabun, mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin dapat mengurangi risiko infeksi.


8Ebola

Diberi nama sesuai dengan nama Sungai Ebola di Republik Kongo, tempat pertama kali penyakit ini ditemukan, korbannya biasanya menderita demam, kelemahan otot, dan gejala lain yang berkembang menjadi pendarahan baik internal maupun eksternal, yang akhirnya menyebabkan mereka berdarah hingga kemudian meninggal. Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan untuk penyakit Ebola ini.


7Flu Burung

Meskipun kita telah membahas influenza secara keseluruhan, strain tertentu beradaptasi dengan induk tertentu, dalam hal ini burung. Sebagian besar kontraksi manusia pada flu burung disebabkan oleh penanganan unggas yang mati atau dari kontak dengan cairan yang terinfeksi. Karena alasan ini, flu burung sempat menjadi wabah besar di sebagian besar wilayah pertanian di Asia dan Afrika.


6Meningitis

Meningitis adalah radang selaput pelindung yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Peradangan ini mungkin disebabkan oleh infeksi atau oleh obat-obatan tertentu. Gejala yang paling umum adalah sakit kepala dan kekakuan leher yang berhubungan dengan demam, kebingungan atau kesadaran yang berubah, muntah, dan ketidakmampuan untuk mentolerir suara-suara ringan atau keras.


5Raja Singa

Penyakit menular seksual ini diyakini menginfeksi sekitar 12 juta orang setiap tahunnya, dengan lebih dari 90% kasus terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Gejalanya meliputi segala sesuatu mulai dari ruam hingga masalah jantung. Terkadang sulit untuk mendiagnosis penyakit yang juga memiliki nama sipilis ini pada tahap awal, yang membuat perawatan dari tahap dini menjadi lebih sulit.


4SARS

SARS adalah penyakit pernafasan berbasis virus yang mengintai manusia, kasus penyakit ini terakhir kali diketahui terjadi pada Juni 2003. Namun SARS tidak diklaim telah resmi diberantas, karena masih ada di reservoir inang alami dalam populasi hewan yang sewaktu-waktu dapat kembali ke populasi manusia.


3Campak

Campak menyebar melalui respirasi dan sangat menular karena sekitar 90% orang yang berbagi tempat tinggal dengan orang yang terinfeksi akan tertular penyakit ini. Meski sebagian besar pasien akan tetap dapat bertahan hidup usai menderita campak, komplikasi dengan penyakit lain cukup sering terjadi, beberapa komplikasi diantara termasuk bronkitis, dan panencephalitis, yang dapat berpotensi mematikan.


2HIV

Seperti yang telah diketahui banyak orang, HIV adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS jika tidak secara rutin terus di periksa. Penyakit menyebabkan kegagalan progresif dari sistem kekebalan tubuh dan memungkinkan infeksi dan kanker yang mengancam jiwa untuk terus berkembang. Sejak pertama kali ditemukan, AIDS telah menyebabkan lebih dari 30 juta kasus kematian.


1Malaria

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh nyamuk ini menyebabkan gejala-gejala yang biasanya meliputi demam dan sakit kepala, yang pada kasus yang parah dapat berlanjut kepada koma atau kematian. Penyakit ini terutama ditemukan terutama di daerah tropis dan sampai sekarang belum ada vaksinasi yang efektif untuk menangkalnya.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry