Budaya & Literatur Unik & Aneh

10 Ritual Menyeramkan yang Pernah Dipraktekan di Indonesia

Indonesia sangat kaya akan keaneka-ragaman suku, adat dan budaya. Sudah jelas suku-suku tersebut juga memiliki tradisinya sendiri-sendiri. Beberapa ada yang tergolong unik dan menarik, namun tidak sedikit pula yang mempunyai tradisi atau ritual yang sadis dan menyeramkan. Beberapa akan membuat anda bergidik dan menggeleng-gelengkan kepala. Yuk kita mulai telusuri tradisi atau ritual menyeramkan yang pernah dipraktekan di seantero Indonesia di bawah ini.


10Ma’Nene – Sulawesi

tradisiseram10

Percaya atau tidak percaya, ini adalah tradisi atau ritual mayat berjalan di Tana Toraja, Sulawesi yang dilakukan setiap tiga tahun sekali. Masyarakat disana percaya bahwa leluhur mereka yang telah meninggal sekalipun harus tetap dirawat. Mayat akan digali dan diangkat dari kuburnya, lalu didoakan, dibersihkan, dipakaikan baju, diarak keliling kampung dan kemudian dikembalikan lagi ke dalam peti. Kabarnya, mayat dapat berdiri tegak dan berjalan sendiri.


9Perang Pandan – Bali

tradisiseram9

Seperti namanya, perang pandan adalah perang menggunakan seikat daun pandan dan sekarang telah menjadi objek wisata populer di Bali. Mungkin perang dengan daun pandan tidak terdengar mengerikan, namun bagaimana jika daun tersebut diberi duri? Ya, masing-masing peserta saling menyerang dan memukul punggung lawan dengan daun pandan yang berduri. Ini adalah suatu bentuk perhomatan terhadap Dewa Indra, atau dikenal juga sebagai Dewa Perang.

8Penamou – Maluku

tradisiseram8

Tradisi ini berasal dari suku Naulu di Maluku dan tidak kalah sadisnya dengan tradisi lain di list ini. Hanya saja sadisnya berkaitan dengan mental atau spiritual manusia. Bayangkan, wanita yang tengah mengadung atau telah memasuki usia dewasa (ditandai dengan mulainya siklus haid/datang bulan) akan diasingkan di rumah kecil berukuran 2x2m, beratapkan daun dan berlantai tanah. Pada saat tradisi ini dilakukan, mereka dilarang untuk berkomunikasi atau rumahnya dilewati oleh lelaki.


7Kerik Gigi – Sumatra

tradisiseram7

Sekarang kita berpaling ke Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat dimana diketahui adanya tradisi Kerik Gigi. Tradisi ini dilakukan oleh seorang wanita sebagai simbol bahwa dirinya telah cukup dewasa. Kedengerannya memang lucu, tapi tidak demikian. Gigi wanita tersebut akan dikerik menggunakan kayu atau alat besi sehingga lama kelamaan akan menjadi runcing. Selain tanda kedewasaan, gigi runcing bagi wanita tersebut juga merupakan simbol kecantikan. Yang paling bikin merinding, kerik gigi ini dilakukan tanpa menggunakan anastesia (atau obat bius).


6Debus – Banten

tradisiseram6

Mungkin lebih tepatnya ini disebut sebagai upacara ataupun pertunjukan seni tradisional yang berasal dari Banten. Upacara ini pada dasarnya adalah pertunjukan kekebalan. Anda dapat melihat orang kebal terhadap siksaan jasmani, seperti misalnya dipukuli rotan, berjalan di atas bara, mengunyah kaca dan lain-lain. Pada saat penjajahan Belanda, upacara ini dilakukan untuk memupuk keberanian rakyat.


5Ikipalin – Papua

tradisiseram5

Ikipalin adalah ritual memotong jari yang lumrah dilakukan oleh suku Dani di Papua. Organisasi kriminal Yakuza di Jepang juga punya tradisi ini dimana anggota diharuskan untuk memotong jarinya sendiri karena gagal menjalankan sebuah tugas, namun untuk suku Dani pemotongan jari dilakukan sebagai tanda berkabung ketika ada sanak saudara yang meninggal.

Suku Dani percaya kalau kesialan dalam sebuah keluarga dikarenakan meninggalnya salah satu anggota keluarga dapat dihilangkan dengan cara memotong jari. Tradisi ini sekarang sudah jarang dipraktekan.


4Nasu Palek – Papua

tradisiseram4

Sama dengan Ikipalin, tradisi Nasu Palek atau pemotongan daun telinga juga lumrah dilakukan sebagai tanda belasungkawa oleh suku Dani di Papua. Hanya saja tidak semua anggota suku Dani melakukan tradisi ini, namun hanya beberapa orang saja. Untuk menyembuhkan luka, biasanya mereka memberi obat-obatan tradisional yang lalu ditutupi dedaunan.


3Persembahan Kepala Manusia – Maluku

tradisiseram3

Tradisi lain dari suku Naulu di Maluku yaitu persembahan kepala manusia karena dipercaya dapat menjaga rumah adat milik mereka. Lebih sadis lagi, tradisi awal ini bertujuan mempersembahkan kepala manusia sebagai mas kawin ketika sang pria ingin meminang seorang istri. Tradisi ini terakhir dilakukan pada tahun 2005 setelah penemuan dua sosok mayat manusia dalam keadaan termutilasi.


2Ngayau – Kalimantan

tradisiseram2

Ngayau, atau Kayau, adalah tradisi mengerikan yang berasal dari suku Dayak di Kalimantan. Di bahasa Dayak sendiri, kayau artinya musuh, dan ngayau berarti memburu kepala musuh. Namun tidak berarti ini dilakukan secara sembarangan. Biasanya mengayau dilakukan ketika suku Dayak mempertahankan wilayahnya dari serangan musuh, dan hanya beberapa orang yang dapat melakukan kayau. Mereka percaya kalau kepala musuh dipenggal mereka akan terhindar dari gangguan roh gentayangan musuh mereka.


1Kanibalisme – Papua

tradisiseram1

Pernah ada laporan dari dua anak laki-laki yang menyaksikan seorang ayah memakan putrinya sendiri yang masih berusia tiga tahun di Papua. Tidak dimasak, namun langsung dimakan dengan cara menggigit lehernya, menikmati dagingnya dan meminum darah dari putrinya tersebut. Ini adalah ritual tradisional masyarakat disana, meski sebenarnya praktek kanibalisme hanya dilakukan terhadap orang-orang yang kerap melakukan pelanggaran adat dalam Suku Korowai.


Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.
  • Ihsan Fikrie

    Thanks infonya.