Budaya & Literatur Sejarah

10 Senjata Tradisional Ini Unik Namun Mematikan

Senjata adalah alat yang digunakan untuk mekanisme pertahanan diri maupun menyerang lawan. Senjata sudah lama digunakan sejak zaman dahulu kala. Penggunaan senjata sebagai alat menyerang lawan memuncak pada era kolonialisme.

Tidak hanya itu saja, senjata juga dapat digunakan untuk membantu aktivitas sehari-hari. Mulai dari bercocok tanam hingga berburu. Disisi lain, penggunaan senjata juga dijadikan sebagai status sosial. Seperti pedang bermata dua. Begitupula dengan kegunaan senjata. Disisi lain senjata dapat bermanfaat, namun disisi lain ia dapat mematikan.


10Rungu

senjatatradisional10

Siapa sangka jika benda pada gambar di atas adalah senjata. Nama senjata tersebut adalah rungu. Bentuknya sangat unik dan mirip dengan stik golf. Rungu memiliki panjang 18 inchi – 20 inchi dengan bagian ujung yang lebih berat.

Pada budaya Maasai, rungu dijadikan sebagai status bahwa seseorang merupakan seorang prajurit. Memiliki dan membawa rungu adalah sebuah kebanggaan. Pemuda Maasai juga menggunakan rungu dalam ajang Maasai Olympics, sebuah tradisi dari Maasai dengan tantangan membunuh seekor singa.


9Mandau

senjatatradisional9

Mandau adalah senjata tradisional yang sering digunakan oleh Suku Dayak. Pada zaman dahulu, Suku Dayak seringkali menggunakan mandau dalam melawan klan-klan yang akan masuk ke Kalimantan. Seperti diketahui bahwa Suku Dayak adalah salah satu suku di Indonesia yang ahli dalam berperang.

Pada bagian mandau yang tak tajam terdapat ukiran – ukiran yang berfungsi sebagai unsur keindahan. Mandau asli Suku Dayak juga seringkali disebut-sebut memiliki unsur mistis atau magis. Keunikan mandau membuat tak sedikit kolektor barang dan senjata antik menjadi tertarik.


8Kunai

senjatatradisional8

Dapat dikatakan bahwa kunai adalah senjata dengan bentuk dan tampilan sederhana. Kunai juga merupakan senjata yang digunakan oleh tokoh anime dan manga terkenal, Naruto. Desain kunai tergolong flat namun memiliki ujung yang runcing dibagian atasnya. Namun, kunai lebih sering digunakan sebagai alat bantu untuk bertahan hidup. Misalnya saja untuk menggali tanah bahkan untuk meruntuhkan dinding.


7Sjambok

senjatatradisional7

Sjambok adalah senjata tradisional dari Afrika yang berbentuk seperti cambuk. Jika cambuk pada umumnya terbuat dari rotan maupun logam, uniknya Sjambok terbuat dari kulit binatang. Tak main – main, kulit binatang yang digunakan sebagai bahan pembuatan sjambok yaitu kulit kudanil.

Pada umumya sjambok digunakan untuk menggembalakan hewat ternak. Namun lama kelamaan sjambok digunakan oleh polisi Afrika Selatan dalam mengatasi keributan atau huru-hara. Sjambok juga digunakan pada masa Apartheid. Kabarnya, istilah sjambok diadaptasi dari istilah Indonesia yaitu cambuk.


6Fukiya

senjatatradisional6

Fukiya adalah salah satu senjata tradisional unik dari Jepang. Fukiya memiliki bentuk seperti tabung bambu atau pipa. Didalam fukiya terdapat sejenis ‘peluru’ yang mengandung racun. Jika ingin menggunakannya, tiup saja fukiya-nya. Sejenis ‘peluru’ dengan racun tersebut akan melesat sesuai sasaran yang telah ditargetkan.

Namun, sesungguhnya fukiya tidak digunakan sebagai senjata perlawanan atau bertarung. Fukiya lebih difungsikan sebagai senjata berburu. Terutama untuk berburu burung di hutan. Sekarang, keberadaan fukiya justru lebih dikembangkan menjadi sarana kompetisi olahraga sama seperti olahraga memanah.

Jarak tempuh ‘peluru’ dalam fukiya berkisar antara 10 m – 90 m. Banyak sekali praktisi yang menyukai olahraga dengan fukiya ini. Bahkan keunikan fukiya mengundang perhatian negara-negara lain di luar Jepang.


5Urumi

senjatatradisional5

Urumi adalah senjata mematikan yang tak hanya dapat melukai lawan, namun juga dirinya sendiri. Urumi berasal dari India bagian selatan. Urumi terbuat dari besi dan logam lainnya. Urumi terdiri dari kumpulan juluran besi yang sangat panjang yang mencapai 122-168 cm panjangnya. Bahkan panjang urumi dapat setinggi orang dewasa.

Urumi sering digunakan sebagai senjata perkelahian. Urumi dapat dipegang dengan satu tangan maupun dua tangan. Urumi digunakan dengan cara disabet, diayun, atau dikibas-kibaskan. Urumi dianggap sebagai senjata perkelahian yang ampuh dan efisien dalam menaklukkan musuh.


4Kyoketsu – Shoge

senjatatradisional4

Melihat kyoketsu – shoge, rasanya mirip sekali dengan perpaduan antara clurit dan pedangnya Indonesia. Namun, kyoketsu – shoge ibarat clurit dengan dua buah cabang. Salah satunya berbentuk lurus dan yang lainnya berbentuk lengkung.

Dibagian bawah kyoketsu – shoge terhubung dengan seutas tali yang tebal. Pada ujung tali tersebut terdapat piringan lingkaran seperti cakram. Senjata ini sepertinya ingin memberikan manfaat ganda dalam satu senjata sekaligus bagi yang menggunakannya.


3Zweihander

senjatatradisional3

Dapat dikatakan bahwa Zweihander merupakan senjata terpanjang dan terberat dalam sejarah. Zweihander berupa pedang. Senjata ini memiliki tinggi sekitar 178 cm dengan berat 1,4 kg – 6,4 kg. Zweihander digunakan oleh bangsa Swiss dan Jerman.


2Chakram

senjatatradisional2

Chakram adalah senjata tradisional dengan bentuk lingkaran. Jika dilihat secara sekilas, chakram seperti tidak terlihat mematikan. Chakram sendiri pada mulanya disebut – sebut dalam epik Mahabharata. Chakram juga disebut sebagai senjata yang digunakan oleh Dewa Wisnu dan Khrisna.

Chakram memiliki luas lingkaran menyerupai piring namun berlubang dibagian tengahnya. Chakram memiliki diameter sekitar 8 inchi atau 20 cm. Sedangkan ukuran chakram bervariasi dari 4,5 – 12 inchi (12 cm – 30 cm). Uniknya, chakram memiliki ketajaman yang luar biasa dibagian luar namun tumpul dibagian dalam. Pada umumnya chakram dilempar sesuai dengan target sasaran. Chakram seringkali menghantam lengan dan leher lawannya.


1Bambu Runcing

senjatatradisional1

Bambu runcing memiliki sejarah yang penting dalam kemerdekaan Indonesia. Bambu runcing adalah senjata khas rakyat Indonesia yang digunakan untuk melawan penjajahan. Sesuai dengan namanya, bambu runcing yaitu sebuah bambu yang bagian ujungnya diruncingkan untuk melawan musuh.

Meskipun sederhana, kekuatan bambu runcing dalam mengoyak musuh tak perlu diragukan lagi. Hingga kini, bambu runcing – bambu runcing yang bersejarah masih disimpan dengan baik di Museum Monumen Yogya Kembali. Salah satu tokoh yang giat melakukan perlawanan dengan bambu runcing adalah K.H. Subchi. Ia berasal dari Parakan, Jawa Tengah. Bahkan, karena semangat perjuangannya melawan penjajah ia dijuluki sebagai Jenderal Bambu Runcing.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.
error: Alert: Content is protected !!