Flora & Fauna

10 Spesies Yang Mengalami Evolusi Tanpa Memakan Waktu Ribuan Tahun

Biasanya, evolusi adalah suatu proses yang berjalan panjang dan lambat. Diperlukan jutaan tahun sebelum perubahan fisik terjadi pada setiap makhluk hidup yang mengalami evolusi, baik itu pada tumbuhan, hewan, maupun manusia.

Dan ternyata sobat, ada beberapa spesies yang mengalami evolusi begitu cepat (tidak membutuhkan waktu ribuan tahun) sehingga kita benar-benar dapat meyakini keberadaan dan prosesnya.


10Spesies Gabungan dari Coyote dan Serigala

Ketika para pemukim Eropa menempuh jalan melalui Ontario selatan, mereka membunuh serigala secara massal, menghancurkan populasi mereka, untuk membangun pertanian.

Dan uniknya sobat, pembunuhan massal tersebut justru memicu perubahan evolusioner yang menghasilkan spesies baru yaitu Coywolf.

Coyote dari padang rumput, karena berkurangnya ancaman bersaing dengan Serigala, mulai mencoba pindah ke wilayah Serigala. Serigala, yang berjuang untuk menemukan pasangan hidup, mulai kawin dengan Coyote.

Melalui perpaduan dari kedua spesies tersebut, Coywolf pertama lahir. Coywolf lebih besar dan lebih kuat dari orang tuanya, tumbuh dua kali lebih berat dari seekor anjing hutan dan sangat ahli sebagai hewan pemburu.

Saat ini ada jutaan Coywolf di pantai timur Amerika Utara. Lolongan mereka yang berbeda dapat didengar di hutan, mulai dari rendah seperti lolongan serigala sebelum menjadi suara serak Coyote yang bernada tinggi. Unik sekali ya sobat!


9Wallet Bersayap Pendek

Di Nebraska, Wallet Tebing mengalami perubahan evolusioner kecil tapi signifikan. Sesuai namanya, biasanya wallet ini hidup di permukaan tebing.

Namun, Wallet tebing sudah mulai membangun rumah mereka di jalan raya, jembatan, dan jalan layang yang penuh dengan kendaraan lalu lalang.

Namun sangat disayangkan sobat, pada awalnya, hal ini masih tidak berhasil dengan baik. Ribuan burung ditemukan mati di jalan, diinjak oleh mobil yang melaju. Kemudian, secara tak terduga, jumlah burung yang mati menurun.

Para peneliti menemukan bahwa burung-burung itu mulai mengembangkan sayap yang lebih pendek. Meski hanya mengalami perubahan beberapa milimeter saja, tetapi sayap yang lebih kecil membuat burung tersebut mampu terbang dengan cepat ketika sebuah mobil mendekat sehingga mampu menurunkan jumlah kematian burung di sekitar jalan layang.


8Kadal yang Berevolusi untuk Hidup di Pohon yang Lebih Tinggi

Disebuah kepulauan di Florida, spesies kadal yang disebut Anole Hijau telah mengalami perubahan dramatis hanya dalam waktu 15 tahun saja loh sobat!

Habitat mereka diserang oleh Anoles Coklat dari Kuba, dan kehidupan mereka pun menjadi lebih sulit karena persaingan makanan dan wilayah.

Jadi Anole Hijau mulai bergerak lebih tinggi di pepohonan dan tubuh mereka berevolusi!

Selama 15 tahun terakhir, bantalan jari kaki mereka telah menjadi lebih besar dan mereka tumbuh sisik yang lebih lengket di kaki mereka. Ini adalah evolusi besar dalam waktu yang termasuk singkat dan yang mampu membuat Anole Hijau bertahan hidup dan nyaman di pepohonan yang lebih tinggi. Luar biasa!


7Krustacea Kehilangan Penglihatan di Goa yang Gelap

Banyak dari krustasea yang memutuskan untuk hidup di dalam goa yang gelap, awalnya memiliki mata yang kecil dan kokoh yang disebut eyestalk.

Didalam goa yang gelap, para krustasea tidak dapat melihat apa-apa, jadi eyestalk secara perlahan mulai menghilang sebagai proses evolusi mereka.

Ilmuwan juga menemukan fakta bahwa bagian otak mereka yang berfungsi untuk mengatur penglihatan, juga perlahan menghilang. Sebuah proses evolusi yang unik, dimana krustacea ini menghilangkan organ utamanya yang sudah tidak berfungsi di habitatnya yang baru, didalam goa yang gelap.

Harus sering-sering berfikir ya sobat, agar otaknya tidak menghilang karena jarang di pakai! Just Kidding, hehehe.


6Burung Hantu Tawny Berubah Warna

Burung hantu Tawny di Finlandia mengalami perubahan warna bulu yang mungkin terjadi karena pemanasan global.

Burung hantu ini dilahirkan dengan bulu berwarna kuning kecoklatan, dan mereka cenderung menurunkan warna mereka kepada anak-anak mereka (seperti spesies burung pada umumnya).

Namun beberapa waktu lalu, Finlandia telah didominasi oleh Burung Hantu Tawny berwarna Abu-Abu yang lebih tangguh selama musim dingin yang keras di Finlandia, sehingga burung hantu berwarna kuning kecoklatan cenderung mati muda sementara yang abu-abu terus berkembang.

Disaat suhu mulai kembali naik, populasi burung hantu kuning kecoklatan mulai kembali pulih. Kini spesies burung ini terlihat beragam dengan dua warna yang berbeda dan kontras di hutan Finlandia. Luar biasa ya sobat!


5Ikan Di Sungai Hudson Beradaptasi Dengan Bahan Kimia

Di Sungai Hudson, ada spesies ikan yang disebut Tomcod Atlantik yang hanya tumbuh mencapai panjang 25 sentimeter.

Seiring dengan ekosistem yang kaya, mereka tumbuh subur di sana selama jutaan tahun sampai industri mulai membuang bahan kimia ke sungai (kejam sekali ya sobat!).

Khususnya, bahan kimia yang disebut PCB membasmi kehidupan di air yang tentu saja membunuh banyak sekali spesies ikan ini secara perlahan.

Namun, ikan Tomcod secara perlahan mampu beradaptasi dan mereka masih berkembang di sungai Hudson.

Ikan ini mulai mengembangkan anomali “genetik aneh” yang membuat mereka tetap hidup di sungai yang tercemar tersebut.

Ikan Tomcod kehilangan enam pasangan dasar DNA dalam salah satu gen mereka, dan bahan kimia mengalami kesulitan mengikat reseptor bermutasi mereka sehingga menjadi tidak berbahaya lagi bagi ikan ini. Keren!


4Gajah Kehilangan Gading

Gajah Afrika mengalami evolusi karena ulah pemburu gelap. Biasanya, Gajah Afrika memiliki gading panjang yang merupakan keuntungan evolusi bagi gajah.

Mereka menggunakan gading mereka untuk menakut-nakuti dan melawan pejantan lain dan untuk memenangkan betina, sehingga gajah dengan gading besar cenderung untuk menyebarkan garis keturunan.

Namun, perburuan gelap mengubah dinamika itu. Pemburu cenderung menargetkan gajah bergading panjang, sehingga gajah-gajah ini cenderung mati sebelum mereka bisa bereproduksi.

Tanpa kompetisi, gajah-gajah bergading pendek mampu mendapatkan betina tanpa persaingan yang ketat sehingga keturunan mereka kini lebih banyak memiliki gading yang pendek dan bahkan tanpa memiliki gading sama sekali.


3Bunga Menumbuhkan Organ Untuk Bertengger Burung

Bunga Afrika Selatan yang disebut Rat Tail mengubah tampilan fisiknya berdasarkan habitat.

Bunga ini biasanya tumbuh di tanah yang tentu dikelilingi oleh predator yang suka membunuh burung. Akibatnya, burung-burung itu cenderung menjauh, sehingga bunganya tidak diserbuki dan mati.

Di beberapa tempat, Rat Tail telah berevolusi untuk mengundang burung datang. Organ untuk bertengger sehingga mampu menarik para burung kembali.

Tempat bertengger itu memiliki ukuran yang tepat bagi burung untuk bertengger dan meminum nektar dari bunga Rat Tail. Hal ini adalah sebuah evolusi yang unik dan sangat membantu. Hebat sekali!


2Tikus Kebal Terhadap Racun

Di Jerman, beberapa tukang roti sering menangani serangan hama tikus dengan memasang perangkap penuh racun mematikan yang disebut Warfarin.

Tikus apa pun yang memakan sedikit dari racun tersebut pasti akan menemui ajalnya dengan cepat.

Uniknya ya sobat, tikus di Aljazair justru sudah kebal terhadap racun Warfarin. Jadi tikus Jerman sudah mulai kawin dengan tikus Aljazair, yang menyebabkan tikus Jerman berevolusi menjadi hibrida baru yang membawa kekebalan dari tikus Aljazair. Sebuah evolusi unik untuk bertahan hidup yang patut kita kagumi ya sobat.


1Tulang Panggul Manusia Semakin Mengecil

Bahkan, manusia pun menjadi salah satu spesies makhluk hidup yang mengalami evolusi yang tidak banyak diketahui masyarakat umum. Untuk satu hal, tulang panggul manusia menyusut karena efek dari obat-obatan modern.

Jaman dulu, jika jalan lahir (tulang panggul) seorang wanita terlalu sempit untuk melahirkan anak, dia akan mati saat melahirkan. Namun saat ini hal tersebut sudah bisa diatasi dengan metode operasi Caesar.

Namun metode ini tentu menghasilkan anak-anak yang memiliki panggul kecil juga (seperti ibunya), sehingga terus berkembang biak dan menurun pada anak-anaknya sehingga jumlah manusia bertulang panggul kecil akan terus meningkat secara perlahan yang bisa disebut dengan sebuah evolusi karena melawan seleksi alam.

Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry