Budaya & Literatur Sejarah

10 Suku Asli Indonesia yang Terasing dan Terancam Punah

Indonesia dikenal sebagai negara dengan beragam suku bangsa. Setidaknya ada lebih dari 1.000 suku bangsa dengan 1000-an bahasa yang mendiami sekitar 17.000 pulau yang ada di Nusantara. Namun sayangnya, pembangunan dan perkembangan dunia modern saat ini banyak merusak kelestarian budaya suku asli tersebut, terutama kelompok-kelompok yang tinggal di hutan. Berikut ini ada 10 suku asli Indonesia yang terasing dan terancam punah.


10Suku Anak Dalam (Jambi)

sukuasliindo10

Masyarakat suku ini disebut juga dengan panggilan Orang Kubu atau Orang Rimbo. Mereka bermukim di dalam hutan di kawasan Provinsi Jambi berupa kelompok-kelompok yang suka berpindah-pindah. Jika ada salah seorang anggota keluarga mereka yang meninggal, maka Suku Anak Dalam ini akan pindah ke tempat yang baru. Saat ini, mereka terancam punah, karena semakin banyaknya hutan yang diratakan jadi kawasan pemukiman atau industri.


9Suku Dani (Papua)

sukuasliindo9

Anggota Suku Dani mendiami wilayah di Lembah Baliem, Pegunungan Tengah, Papua. Suku ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu, dan saat ini tradisi perang mereka menjadi salah satu acara kebudayaan yang sangat ditunggu-tunggu para turis asing, dengan nama Festival Lembah Baliem. Meski gaya hidup modern sudah mulai mempengaruhi, namun masyarakat suku ini masih mengenakan pakaian tradisional ‘koteka’ dan hidup di gubuk ‘honai-honai’.


8Suku Baduy (Banten)

sukuasliindo8

Suku Baduy terbagi atas Suku Baduy Luar dan Suku Baduy Dalam. Di antara keduanya, Suku Baduy Luar dikenal lebih keras dalam menjaga adat istiadat mereka. Anggota suku yang menetap di kawasan hutan Kabupaten Lebak, Banten ini sama sekali tak mau menggunakan peralatan modern, termasuk tak boleh menaiki sepeda motor dan mobil. Hingga kini, populasi suku yang dikenal juga dengan nama Suku Kenekes ini tersisa sekitar 8.000 orang.


7Suku Laut (Kepulauan Riau)

sukuasliindo7

Disebut juga dengan Orang Selat atau Orang Laut, mereka terdiri atas berbagai kelompok yang bermukim di pulau-pulau dan muara sungai di Kepulauan Riau, mulai dari Lingga, Batam, hingga Semenanjung Malaya bagian selatan. Menurut sejarah, orang-orang Suku Laut dulunya merupakan perompak, namun berperan penting untuk Kerajaan Sriwijaya, serta Kesultanan Malaka, dan Johor. Mereka menjaga selat-selat dan mengusir bajak laut.


6Suku Korowai (Papua)

sukuasliindo6

Ditemukan keberadaannya sekitar 30 tahun yang lalu di pedalaman Papua, Suku Korowai memiliki populasi sekitar 3.000 orang. Masyarakat suku ini hidup di rumah-rumah pohon yang disebut Rumah Tinggi, dengan ketinggian mencapai 50 meter dari permukaan tanah. Uniknya, dari sekian banyak suku asli di daratan Papua, orang-orang Suku Korowai menjadi salah satu suku yang sama sekali tidak menggunakan ‘koteka’, seperti rakyat Suku Dani.


5Suku Sakai (Riau)

sukuasliindo5

Orang-orang Suku Sakai disebut-sebut dulunya merupakan penduduk Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau, yang melakukan migrasi ke kawasan rimba belantara yang kini masuk wilayah Kabupaten Siak, Riau. Mereka menjadi komunitas asli di pedalaman daratan Riau, namun selalu hidup berpindah-pindah di hutan. Sayangnya, kini Suku Sakai termasuk salah satu suku asli Indonesia yang terasing dan terancam punah, karena hutan-hutan terus dieksploitasi.


4Suku Kajang (Sulawesi Selatan)

sukuasliindo4

Sekitar 200 km dari kota Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Bulukumba, hiduplah masyarakat Suku Kajang. Mereka sangat mudah dikenali, karena selalu berpakaian serba hitam dan tak pernah menggunakan alas kaki. Orang-orang Suku Kajang memang sangat kuat memegang adat istiadatnya. Bahkan, mereka juga patuh untuk tidak mengambil hasil alam dari Hutan Karanjang yang dikeramatkan oleh nenek moyang mereka sejak dulu.


3Suku Togutil (Maluku Utara)

sukuasliindo3

Di Taman Nasional Aketajawe-Lolobata, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, ada pula komunitas etnis yang hidup di hutan-hutan secara nomaden. Mereka adalah Suku Togutil, yang dikenal dengan nama Suku Tobelo Dalam. Masyarakat suku ini pun terancam punah, karena aktifitas pertambangan yang terjadi di sekitar hutan. Saat ini, hanya ada sekitar 42 keluarga Suku Togutil di perairan Sungai Dodaga, hutan Totodogu dan Lolobata.


2Suku Polahi (Gorontalo)

sukuasliindo2

Dianggap lebih primitif dari suku asli lainnya di Indonesia, masyarakat Suku Polahi memang lebih jauh tertinggal. Mereka diketahui belum mengenal pakaian, agama, bahkan juga hari. Orang-orang suku yang ditemukan di pedalaman hutan Boliyohato, Gorontalo ini pun masih hidup berpindah-pindah dari satu hutan ke hutan yang lain dengan cara berkelompok. Namun, keberadaan mereka juga terancam punah, karena makin banyak penebangan hutan.


1Suku Bauzi (Papua)

sukuasliindo1

Lembaga misi dan bahasa Amerika Serikat, Summer Institute of Linguistics (SIL) memasukkan Suku Bauzi di Papua ini dalam daftar 14 suku paling terasing. Badan Pusat Statistik (BPS) Papua juga memasukkan mereka ke dalam daftar 20 suku terasing yang telah teridentifikasi. Saat ini, mereka yang juga disebut orang Baudi itu hidup di hutan belantara, pegunungan, dan lembah di kawasan Mamberamo, yang membuatnya tak tersentuh peradaban modern.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

1
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Talianus kulla Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Talianus kulla
Guest
Talianus kulla

Perintah NKRI harus perhatikan saudara saudara kita hidup di jauh dari kota yang dinamakan daerah Terisolasi dan terpencil ini…..

error: Sorry