Sejarah

10 Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia yang Hampir Terlupakan

Artikel yang satu ini sebenarnya ditulis dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia, meski sudah telat beberapa minggu tapi harap dimaafkan ya! Terima kasih untuk bung Hadi atas idenya.

Di pelajaran sekolah, para murid diperkenalkan dengan Dr. Sutomo, Ki Hajar Dewantara, ataupun W.R. Supratman. Mereka adalah tokoh penting yang ikut andil berjuang membela kemerdekaan Indonesia. Namun tulisan kami berikut ini akan mengulas sepuluh tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang hampir terlupakan, kurang dikenal (dalam arti jarang disebut) atau bahkan tidak tercatat dalam buku sejarah.


10Wikana

tokohpejuangindo10

Wikana adalah seorang tokoh yang pernah dipercayai untuk duduk menjabat sebagai menteri negara urusan pemuda dalam kabinet Perdana Menteri Sjahrir. Dan tokoh pemuda ini juga lah yang mendesak Soekarno untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Ia juga dengan berani menghimbau militer Jepang untuk tidak mengganggu jalannya upacara pembacaan teks proklamasi pada tahun 1945. Wikana menghilang di tahun 1965 setelah kembali ke tanah air dari kunjungannya ke Peking.


9Tadashi Maeda

tokohpejuangindo9

Meski merupakan bagian dari Angkatan Laut Jepang, laksamana Tadashi Maeda melanggar perintah sekutu yang melarang para pemimpin Indonesia mempersiapkan kemerdekaannya. Kejadian ini sungguh luar biasa karena meski pangkatnya sudah tinggi, beliau rela membantu Indonesia karena simpati-nya akan rakyat Indonesia. Dia juga merelakan rumahnya dipakai sebagai tempat penyusunan konsep teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Laksamana Tadashi Maeda sempat ditangkap dan ditahan oleh sekutu namun dibebaskan pada tahun 1947.


8Frans Mendur

tokohpejuangindo8

Mungkin saja jika tidak ada Frans Mendur, maka tidak ada juga foto dokumentasi kemerdekaan republik Indonesia. Frans Mendur adalah seorang fotografer yang berhasil mengabadikan peristiwa bersejarah republik ini bersama dengan saudara kandungnya, Alex Mendur. Dia pernah digeledah oleh tentara Jepang namun untung saja ia sempat menyembunyikan negatif filmnya di bawah pohon dekat halaman kantor harian Asia Raja.


7Achmad Soebardjo

tokohpejuangindo7

Anda mungkin sudah tahu suatu peristiwa dimana Soekarno dan Mohammad Hatta diculik para pemuda ke Rengasdengklok karena mereka tidak sabar untuk segera mendeklarasikan kemerdekaan. Bapak Achmad Soebardjo berperan dalam melakukan perundingan dan pada akhirnya berhasil meyakinkan para pemuda tersebut untuk mengembalikan Bung Karno dan Bung Hatta ke Jakarta. Selain itu, beliau juga membantu menyusun konsep teks proklamasi bersama Bung Karno dan Bung Hatta di rumah Laksamana Tadashi Maeda.


6S.K. Trimurti

tokohpejuangindo6

S.K. Trimurti adalah seorang penulis, guru, wartawati dan juga istri dari Sayuti Melik (pengetik naskah proklamasi). Saat mengajar sebagai guru, S.K. Trimurti aktif menyebarkan pamflet anti-penjajah kepada murid-muridnya dan juga pada masyarakat luas. Hal ini juga lah yang membuat ia ditangkap dan dipenjara. Setelah bebas, beliau mulai menulis untuk surat kabar dan juga mendirikan majalah bernama “Bedug”, “Terompet”, dan “Suara Marheni”. Tujuannya untuk menyadarkan rakyat Indonesia bahwa mereka adalah bangsa yang terjajah.

Dibenci oleh pihak kolonial Belanda, S.K. Trimurti harus menggunakan nama samaran untuk menghindari pengejaran, namun akhirnya dipenjarakan kembali pada tahun 1939 – 1943. Saat proklamasi, beliau menjadi saksi otentik dari pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno.


5Tan Malaka

tokohpejuangindo5

Inilah dia tokoh yang diberi gelar “Orang yang ahli dalam revolusi” oleh Bung Karno, dan disebut Moh Yamin sebagai “Bapak Republik Indonesia” di koran. Ia adalah seorang guru lulusan Belanda yang bisa saja terus mengajar di sekolah milik Belanda dengan gaji yang amat tinggi, namun beliau justru memilih untuk mendidik anak-anak di sekolah di Semarang. Luput dari perkiraan Belanda, sekolah-sekolah yang dibina oleh Tan Malaka malah semakin berkembang pesat, membuat ia akhirnya dibuang pada Februari 1922.

Di masa pembuangan tersebut, ia tetap berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Ironisnya karena adanya perpecahan di antara sesama pejuang kemerdekaan, Tan Malaka ditangkap dan dieksekusi oleh tentara Militer Divisi 1 Jawa Timur saat ia sedang memimpin rakyat melawan Belanda pada tanggal 21 Februari 1949.


4Cut Nyak Meutia

tokohpejuangindo4

Perlawanan dan kegigihan Cut Nyak Meutia melawan Belanda patut dikenang. Beliau adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Awalnya, Cut Nyak Meutia mengangkat senjata melawan Belanda bersama-sama dengan suaminya, Teuku Muhammad, atau dipanggil juga dengan Teuku Tjik. Sayangnya pada tahun 1905, Teuku Tjik ditangkap Belanda dan akhirnya dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe.

Cut Nyak Meutia lalu bergabung dengan pasukan lainnya dan dalam suatu pertempuran di Paya Cicem, beliau dan para wanita harus melarikan diri ke dalam hutan. Sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara, ia tetap menyerang dan melakukan perlawanan bersama sisa pasukannya. Sepanjang aksinya ia berhasil merampas pos-pos kolonial Belanda. Pada akhirnya, Cut Nyak Meutia gugur di medan perang pada tanggal 24 Oktober 1910.


3Pang Suma

tokohpejuangindo3

Pang Suma adalah tokoh Dayak dan kerap disebut sebagai pejuang kemerdekaan Indonesia yang bergerilya di Kalimantan Barat. Dibekali oleh keberanian dan sebilah sabur (mandau/parang panjang), Pang Suma berhasil membunuh pimpinan Jepang di tiga lokasi berbeda, salah satunya yaitu di pusat kota Meliau yang adalah basisnya Jepang. Pada akhirnya, Pang Suma mati ditembak oleh teman seperguruannya sendiri setelah dia dibayar oleh Jepang untuk berkhianat.


2Syahrudin

tokohpejuangindo2

Syahrudin merupakan seorang telegraphis pada kantor berita Jepang. Tidak goyah meski sudah tahu resikonya jika aksinya ketahuan, Syahrudin menyiarkan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi. Aksi ini dilakukan ketika personil Jepang sedang istirahat pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 4 sore hari.


1B.M. Diah

tokohpejuangindo1

Pada masa kemerdekaan, tidak ada telepon genggam atau sarana penyiaran/komunikasi seperti saat ini yang dengan mudah dapat memberitakan kabar kemerdekaan ke seluruh pelosok Indonesia. Karena itu peran B.M. Diah sangat penting dan berpengaruh pada mental seluruh bangsa Indonesia itu sendiri. Beliau berperan sebagai wartawan yang menyiarkan kabar berita Indonesia merdeka ke seluruh penjuru tanah air.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of