Bisnis, Fashion & Hobby Sosial

Oh Jadi Ini 10 Strategi Promosi yang Diam-diam Menguras Dompet!

Ketika memiliki uang, manusia memiliki kecenderungan untuk menghabiskannya. Bahkan ketika ingin berhemat sekalipun, Anda masih tetap tergoda untuk berbelanja. Apalagi dengan strategi harga promosi seperti ini. Seperti apa saja strategi harga promosi tersebut? Mengapa kita sering tergoda untuk membelinya?


10Digit angka yang dikurangi

Seseorang akan cenderung lebih tertarik dengan harga produk dengan digit angka yang kecil. Digit angka yang banyak akan membuat otak menjadi ‘penuh’. Hal ini disebabkan karena otak kita akan mengkode informasi dalam waktu yang sangat cepat.

Misalnya saja Anda memiliki sebuah produk dengan harga jual Rp 300.000,00. Anda dapat mengurangi digit angka harga jual produk dengan seperti ini misalnya IDR 300 Ribu atau 300k.


9Penunjuk waktu dalam harga

Anda akan sering melihat taktik harga promosi dengan menunjukkan penanda waktu tertentu baik harian, mingguan, maupun bulanan. Strategi harga promosi seperti ini sering kita jumpai dalam promo kredit motor maupun mobil atau tv berlangganan. Biasanya strategi penentuan harga promosi seperti ini digunakan untuk produk dan jasa yang berkesinambungan.

Misalnya saja iklan sebuah kredit mobil.

“Hanya dengan Rp 20 ribu / hari Anda dapat membawa pulang mobil terbaru ini”. Atau,

“Cuman Rp 3 juta per bulannya Anda bisa mendapatkan apartemen eksklusif ini. Harga naik Senin!”

Menggunakan penanda waktu dalam harga produk atau jasa membuat harga produk tersebut tampak menjadi lebih murah. Sebagai calon pembeli pun Anda tidak akan merasa terlalu berat dan cenderung untuk membelinya.


8Metode Coret Harga

Salah satu strategi harga promosi yang sering dijumpai adalah metode coret harga. Apalagi untuk produk dan jasa yang dijual secara online. Pada umumnya, penjual akan menyajikan harga yang lebih mahal kemudian mencoretnya. Harga yang lebih murah akan dicantumkan dibagian bawah harga yang telah dicoret tersebut. Hal ini mengkondisikan agar harga produk telah didiskon besar-besaran dalam jangka waktu yang tidak ditentukan sehingga Anda terdorong untuk cepat-cepat membelinya.


7Free Trial di Awal Bulan

Sebagian kalangan pengusaha akan memberikan free trial atau uji coba gratis di awal bulan. Misalnya saja sebuah usaha yang menjual aneka macam alat bantu kesehatan. Mereka akan memberikan fasilitas uji coba gratis diawal bulan. Saat mencobanya, Anda juga sembari dipersuasi.

Berhubung Anda telah mencoba gratis produk tersebut dan merasa harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal, maka Anda memiliki kecenderungan untuk membelinya. Anda akan merasa tidak sayang dengan uang Anda karena masih diawal bulan sehingga Anda merasa ‘aman’.


6Diskon di Akhir Bulan

Anda akan memiliki kecenderungan untuk berbelanja barang dengan diskon pada akhir bulan dibandingkan dengan awal bulan.

Mengapa?

Karena diakhir bulan kondisi keuangan Anda tidak seprima diawal bulan. Tentu pendapatan Anda telah dihabiskan untuk membayar kewajiban-kewajiban rutin bulanan dan yang lainnya. Sehingga, ketika Anda melihat diskon apalagi ditawarkan dengan cara yang menarik, tanpa pikir panjang Anda akan langsung membelinya.
Anda tentu tidak akan mau melewatkan ‘kesempatan’ tersebut begitu saja.


5Harga yang Tidak Bulat

Penelitian membuktikan bahwa harga produk yang tidak genap justru akan terlihat rasional atau masuk akal dibandingkan dengan harga yang bulat. Selain itu, Anda akan cenderung melihat digit harga dibagian depan dibandingkan pembulatannya.

Misalnya seperti ini:

“Kaos V Neck Only IDR 49.900, Grab it Fast, gan” Bandingkan dengan

“Jual Kaos V Neck IDR 50.000, Yuk Order”

Anda tentu secara tidak sadar mempersepsikan bahwa harga kaos tersebut adalah 49 ribuan, padahal harga kaos yang sesungguhnya adalah 50 ribu rupiah.


4Tawaran Metode Pembayaran Selain Cash

Seseorang akan tergoda untuk membeli bahkan untuk barang yang mahal sekalipun jika metode pembayaran yang ditawarkan berupa non tunai. Apalagi jika produk yang ditawarkan memiliki harga yang tidak bulat.

Orang yang membeli sebuah barang dengan cara non tunai akan cenderung lebih gemar membeli. Selain kepraktisan yang ditawarkan, pembeli yang membayar dengan cara non tunai akan tidak merasa ‘berat’ dalam membayar dibandingkan dengan cara cash. Inilah yang sebenarnya terjadi dikalangan pemilik dan pengguna kartu kredit.


3List Harga dari yang Termurah Hingga yang Termahal

Coba perhatikan, jika Anda berkunjung ke kafe atau restoran, list harga yang tersusun dalam sebuah menu sebagian besar diurutkan dari harga yang termurah hingga yang termahal. Penyusunan list harga seperti ini memiliki maksud dan tujuannya tersendiri. Hal ini bertujuan untuk mengkondisikan Anda agar beranggapan bahwa harga produk yang ditawarkan lebih ekonomis.


2Font Harga Sekecil Mungkin

Metode pemberian harga ini sering diterapkan di dunia retail. Jika Anda perhatikan, harga yang tertulis di label produk dibuat kecil. Hal ini memiliki tujuannya tersendiri. Tujuannya adalah untuk mengkondisikan pembeli supaya mendapatkan aspek keuntungan dan kebermanfaatan dalam produk tersebut. Hal ini disebabkan oleh jangkauan mata yang sempit ketika memandang harga dibandingkan dengan luas dan besarnya produk yang akan didapatkan.


1Membandingkan Harga dengan Jumlah Produk

Coba perhatikan!

“New! Satu Pan Pizza Aneka Macam Topping Hanya 28 ribu! Bandingkan dengan

“Ada yang baru nih, Dapatkan 8 Slices Bisa Free Topping Apa Saja Hanya 28 Ribu”.

Sebagai seorang pembeli, Anda akan cenderung membeli jika ditawari produk dengan taktik harga promosi pada kalimat kedua. Hal ini disebabkan oleh karakteristik alami pembeli yang menginginkan harga sekecil-kecilnya dengan produk yang sebanyak-banyaknya. Padahal jika diperhatikan, Anda akan mendapatkan produk dalam jumlah yang sama


Bagaimana, apakah Anda sering tergoda untuk membeli dengan taktik-taktik tersebut? Apakah Anda menyadarinya?

Yuk, share artikel ini jika bermanfaat ;).

Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry