Flora & Fauna

Inilah 10 Hewan Tidak Biasa Yang Hidup Di Dinginnya Antartika

Jika sobat mendengar kata Antartika, kemungkinan yang terbayang pastilah gunung es, permukaan es, salju, hawa dingin yang menusuk kulit serta hewan – hewan khasnya seperti pinguin, anjing laut, skuas, dan krill yang terletak di Samudera Selatan.Tapi tahukah sobat Tentik sekalian? Ternyata sudah banyak loh penemuan menarik lainnya yang sudah dilakukan di Antartika selama beberapa dekade. Para ilmuwan perlahan-lahan mengungkap satu misteri pada suatu waktu di tanah es yang ternyata penuh dengan makhluk luar biasa dan mungkin sobat Tentik belum pernah lihat.


10Bintang Bulu Antartika

Bintang Bulu Antartika (Promachocrinus kerguelensis) adalah bagian dari keluarga Crinoid. Hewan ini hidup di dasar Samudra Selatan didekat pantai benua. Berbeda dengan jenis Bintang Bulu lainnya, Bintang Bulu Antartika ini lebih suka hidup di air bersuhu dingin loh sobat.Bintang Bulu Antartika tampaknya lebih padat dan lebih berbulu daripada jenisnya yang lain. Hewan ini menyaring makanan dari air dan untuk membantunya berenang ketika ingin berpindah ke wilayah lain. Mereka berenang dengan cukup anggun karena mereka terkoordinasi dengan baik setiap kali mereka bergerak.


9Sisir Jeli

Sisir Jeli (ctenophores) adalah hewan transparan yang lembut yang menggunakan delapan lempeng atau baris sisir silia untuk mendayung di lepas pantai Antartika. Mereka adalah makhluk terbesar yang dikenal berenang dengan cara ini. Ternyata Sisir Jeli memiliki berbagai bentuk dan ukuran loh sobat Tentik. Beberapa dari mereka memiliki bentuk lonceng, sementara yang lain berbentuk bola. Namun jika ada cahaya yang mengenai sisir silia mereka, maka akan terpancarkan warna yang berbeda, yang memberikan Sisir Jeli penampilan yang unik. Mereka juga bioluminescent, yang menghasilkan cahaya biru-hijau, cantik sekali ya sobat.Sisir Jeli menggunakan sekresi lengket mereka untuk menangkap mangsa mereka yang sebagian besar adalah hewan – hewan kecil lainnya.


8Kepiting Hoff

Kepiting Hoff adalah kepiting berbulu yang hidup di dasar laut. Namanya didapat dari bulunya yang menyerupai dada berbulu milik David Hasselhoff (ada – ada saja ya sobat). Kepiting unik ini ditemukan di East Scotia Ridge di Samudera Selatan, di mana suhu perairan tersebut mencapai sekitar 0 derajat Celcius.Kepiting Hoff memiliki penampilan yang berbulu karena hewan tersebut tertutupi oleh bakteri. Kepiting menggunakan mulutnya yang seperti sisir untuk mengikis bakteri tersebut dan menjadikannya santapan harian.


7Laba – Laba Laut

Meski hewan ini dinamakan laba – laba laut, hewan ini sebenarnya bukanlah sejenis laba – laba, melainkan sejenis Arthropoda Laut yang tubuhnya mirip seperti laba – laba sobat.Hewan ini bisa tumbuh mencapai ukuran 35 cm (dalam diameter). Meskipun belum diketahui mengapa laba-laba laut bisa tumbuh begitu besar, fenomena ini disebut “gigantisme kutub” karena di lingkungan kutub, banyak spesies telah berevolusi menjadi jauh lebih besar daripada rekan-rekan mereka di daerah beriklim sedang.Menurut satu teori, Laba – Laba Laut ini sangat besar karena suhu dingin di lingkungan mereka telah memperlambat metabolisme mereka sehingga mereka membutuhkan sedikit oksigen untuk bertahan hidup. Karena kelebihan pasokan oksigen di daerah tersebut, para ilmuwan percaya bahwa Laba – Laba Laut telah berevolusi dari waktu ke waktu. Laba-Laba Laut raksasa juga dapat sobat temui di perairan Arktik.


6Antarcturus sp.

Spesies Antarturus sp. hidup jauh di perairan Antartika dan Samudera Selatan. Hewan ini termasuk dalam kelas isopoda, ordo krustasea, dan milik keluarga Antarturida. Antarcturus sp. Banyak hidup di spons dan cabang karang. Untuk berburu mangsa, hewan ini hanya tinggal memperluas pelengkap frontal panjang milik mereka dan menyambar beberapa mangsa planktonik yang lezat tanpa harus beranjak dari tempatnya. Apakah ini yang dinamakan diam adalah emas ya?


5Cacing Skala Antartika

Cacing Skala Antartika ditemukan di dasar laut Samudera Selatan memiliki penampilan yang cukup menakutkan, bahkan untuk hadir didalam mimpi sobat Tentik sekalian!Cacing skala Antartika (Eulagisca gigantea) memiliki panjang sekitar 20 cm dan lebar 10 cm. Cacing pipih dan pendek ini berada di keluarga Polynoidae. Sisik-sisik yang menutupi tubuh mereka disebut Elytra. Tahukah sobat Tentik? apa yang terlihat seperti kepala cacing itu sebenarnya adalah mulut yang dapat diputar keluar dan dilipat ke dalam tubuh Cacing Skala ini. Ketika ingin mengunyah, mulut itu hanya membuka gulungannya yang seperti belalai panjang dan merobek mangsanya sampai hancur (Mengerikan sekali). Dibandingkan cacing, hewan ini lebih mirip Alien ya sobat?


4Sandhopper

Sandhopper adalah amphipod, yang merupakan bangsa krustasea seperti udang, kepiting, dan lobster. Hewan ini banyak hidup di perairan Antartika yang dingin tetapi juga bisa hidup sebagai hewan darat. Seperti kebanyakan Krustasea lain yang hidup di daerah kutub, hewan ini sangat besar dibandingkan sejenisnya di iklim sedang loh. Nama hewan ini berasal dari kebiasaan mereka untuk melompat jauh jika terganggu. Hewan ini melompat dengan terlebih dahulu menyelipkan ekornya dan kemudian membalik keluar. Penamaannya mungkin hampir sama dengan alasan kenapa belalang disebut Grasshopper ya.


3Babi Laut

Babi laut (alias teripang) memiliki panjang sekitar 10–15 cm yang berpenampilan mirip seperti babi ternak. Mereka cukup banyak ditemukan di lepas pantai Antartika dan cenderung untuk hidup bersama dalam kelompok. Hewan ini hidup di bagian terdalam dari Samudera Selatan. Meski namanya terkesan aneh, ternyata Babi Laut memiliki peran yang cukup penting loh sobat di lautan. Hewan ini diperlukan untuk memakan sampah, lumpur, dan membusuknya materi tanaman di dasar laut. Masih belum diketahui bagaimana cara mereka berpasangan dan rentang hidup mereka juga masih menjadi misteri. Meski namanya Babi, hewan ini tidak bisa dikonsumsi layaknya babi di darat loh karena mereka penuh dengan racun.


2Springtail Antartika

Springtail Antartika adalah sejenis hexapoda dan memiliki kesamaan dengan serangga. Mereka juga dikenal sebagai “gajah Antartika” karena mereka adalah hewan darat terbesar di sana. Tidak seperti kebanyakan serangga, Springtail Antartika memiliki organ mulut bagian dalam. Makanan mereka terdiri dari jamur dan bakteri. Rentang hidup mereka pendek karena mereka hidup rata – rata selama sekitar satu sampai dua tahun.Namun, para ilmuwan telah menemukan bahwa Springtail hidup lebih lama daripada sejenis mereka di bagian beriklim dunia lainnya. Keterampilan mereka untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrim adalah mereka dapat memperlambat metabolisme mereka untuk menghemat energi. Mereka juga mampu menghasilkan gliserol yang mengurangi titik beku mereka loh sobat. Namun, jika kondisinya terlalu ekstrim, mereka akan mati.


1Spons Kaca

Spons Kaca tidak terlihat seperti jenis spons yang digunakan untuk membersihkan piring, dan mereka tidak terbuat dari kaca loh. Namun uniknya sobat, kerangka hewan ini terbuat dari silika, yang merupakan komponen utama pembuat kaca.

Makanan Spons Kaca terdiri dari puing-puing organik di lautan, tapi mereka juga akan melahap apa pun yang “lautan berikan” pada mereka.

Dulu dipercaya bahwa Spons Kaca tidak bertumbuh sama sekali. Namun, para ilmuwan sekarang tahu bahwa hewan unik ini memang bertumbuh dengan cepat. Penemuan ini dilakukan oleh ahli biologi laut pada tahun 2013 lalu. Faktanya, telah terjadi ledakan jumlah dan ukuran Spons Kaca sejak timbunan es telah menghilang yang telah mengubah kondisi di ben

Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry