Budaya & Literatur Sejarah

Inilah 10 Kapal Tradisional Khas Indonesia

Anda pasti tak asing dengan lagu anak-anak berjudul “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”. Sebagai negara kepulauan, lagu tersebut seperti menjadi ‘wajib’ di zaman kanak-kanak dulu. Rakyat Nusantara memang dikenal dunia sebagai pelaut yang tangguh. Apalagi, Indonesia juga memiliki wilayah laut yang sangat luas. Tidak heran jika ada banyak pula jenis kapal tradisional yang dimiliki oleh negeri ini. Berikut adalah 10 kapal tradisional khas Indonesia.


10Patorani

kapaltradisionalindonesia10

Meski namanya tak terlalu banyak dikenal, namun kapal Patorani yang berasal dari Sulawesi Selatan ini tidak kalah menarik. Kapal yang berfungsi sebagai kapal nelayan khusus untuk menangkap ikan terbang ini pernah digunakan oleh armada Kerajaan Goa pada abad ke-17. Hingga saat ini, kapal Patorani masih bisa dijumpai di perairan Galesong, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kapal ini hanya dilengkapi sebuah tiang dengan layar berupa segi empat.


9Jukung

kapaltradisionalindonesia9

Kapal yang punya cadik ganda dan layar segitiga ini disebut berasal dari Bali, karena menurut buku Sejarah Nasional Indonesia II nama kapal Jukung tertulis dalam Prasasti Julah dari abad ke-10 yang berada di Buleleng, Bali. Namun, kini kapal Jukung malah lebih dikenal sebagai perahu khas Banjar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bahkan, hingga kini Festival Jukung Hias selalu digelar setiap tahunnya di Sungai Martapura yang membelah kota Banjarmasin.


8Kora-Kora

kapaltradisionalindonesia8

Dengan memiliki panjang sekitar 10 meter dan kapasitas 40 pendayung, kapal Kora-Kora ini pernah digunakan dalam perang pada zaman dahulu. Namun, kini kapal berbentuk ramping khas Maluku ini sudah menjadi aset budaya yang rutin tampil dalam berbagai festival akbar, seperti Festival Budaya Banda Neira atau Festival Kora-Kora di Ternate, Maluku Utara. Sejak tahun 1985 silam, kapal Kora-Kora ini juga dijadikan sebagai nama sebuah wahana di Ancol.


7Golekan Lete

kapaltradisionalindonesia7

Berasal dari Pulau Madura, Jawa Timur, kapal Golekan Lete ini hingga sekarang masih saja banyak ditemukan di hampir semua pelabuhan-pelabuhan besar di kawasan pantai utara Jawa-Madura, terutama di Pelabuhan Kalimas, Surabaya, Jawa Timur. Kapal ini sendiri hanya memiliki satu tiang layar dan dilengkapi dengan pondok kecil untuk beristirahat. Dulunya, biasa digunakan untuk perjalanan niaga jarak jauh oleh rakyat Madura, bahkan hingga kini.


6Sandeq

kapaltradisionalindonesia6

Salah satu kapal tradisional khas Indonesia ini biasa disebut ‘sandeq’. Kapal Sandek khas suku Mandar, Sulawesi Barat ini memiliki lambung yang ramping, cadik ganda, dan stempost (penahan arus di depan) yang mencuat, sehingga membuatnya sangat mirip dengan kapal Viking. Kapal ini sendiri memiliki ukuran panjang sekitar lima hingga 16 meter, dan biasanya digunakan untuk mengejar ikan tuna karena kecepatannya mencapai 40 kilometer per jam.


5Padewakang

kapaltradisionalindonesia5

Sebagai tipe utama dari sekian banyak jenis perahu dagang jarak jauh khas Sulawesi Selatan, kapal Padewakang ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-18. Para pedagang dari Mandar, Makassar dan Bugis sudah membawanya berlayar hingga ke wilayah Australia untuk mencari teripang. Dalam buku ‘Manusia Bugis’ karya Christian Pelras tahun 2006, kapal ini disebut sebagai “perahu Bugis berukuran kecil yang menggunakan layar persegi, yang melintang.”


4Pakur

kapaltradisionalindonesia4

Jenis kapal dari Sulawesi Barat ini jarang dikenal masyarakat setempat, padahal bentuknya ‘lebih khas’ Mandar jika dibandingkan dengan kapal Sandek. Bahkan, saat ini sudah tidak ada lagi kapal Pakur yang digunakan untuk berlayar di kawasan Mandar. Kebanyakan kapal ini memiliki lambung setinggi lebih satu meter dengan panjang rata-rata mencapai delapan meter. Melihat ukurannya tersebut, kapal ini termasuk kategori kapal bercadik ukuran besar.


3Pledang

kapaltradisionalindonesia3

Kaum pemburu paus di Nusa Tenggara Timur menjadikan kapal jenis perahu layar ini sebagai identitas mereka. Di bagian depan kapal Pledang ini, terpasang papan atau bambu sebagai pijakan bagi para lemafa (juru tikam) untuk meloncat dan menusukkan tempuling (tombak) ke tubuh paus. Perburuan paus ini dilakukan pada musim leva (musim melaut) sekitar bulan April hingga Oktober, dan masih bisa disaksikan hingga kini sebagai bagian atraksi budaya.


2Pencalang

kapaltradisionalindonesia2

Lagu “Lancang Kuning” yang sangat populer di Riau disebut merupakan jenis kapal Pencalang yang berasal dari Melayu di sekitar perairan Selat Malaka ini. Legenda Hang Tuah menyebut kapal Lancang Kuning sebagai kendaraan perkasa dari Sumatera, yang pernah jadi lambang kekuasaan dan kendaraan resmi Kesultanan Siak Sri Indrapura di Riau. Kini, kapal Pencalang atau Lancang Kuning hanya tinggal legenda yang diabadikan menjadi maskot Provinsi Riau.


1Pinisi

kapaltradisionalindonesia1

Tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi ketangguhan kapal Pinisi juga dikagumi di seluruh dunia. Kapal yang diperkirakan sudah ada sejak abad ke-2 ini merupakan salah satu kapal tradisional khas Indonesia yang berasal dari suku Bugis di Sulawesi Selatan. Dua tiang utama dan tujuh layar; tiga di ujung depan, dua di tengah, dan dua di belakang menjadi ciri khas kapal Pinisi. Hingga kini, pembuatan kapal ini masih ditemui di Bulukumba, Sulawesi Selatan.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry