Flora & Fauna

Inilah 10 Kucing Raksasa Yang Hidup Di Zaman Prasejarah

Sebelum manusia menjadi pemburu dan berada di puncak rantai makanan, keluarga Felidae atau kucing, adalah predator yang paling sukses dan kuat di sebagian besar belahan dunia. Bahkan hari ini, kucing besar seperti harimau, singa, jaguar, dan macan tutul masih tetap menimbulkan kekaguman sekaligus ketakutan dimata manusia.

Tahukah sobat Tentik? Ternyata spesies Felidae zaman dulu itu jauh lebih mengerikan loh dari kucing-kucing besar di masa kini, bakal lebih bikin keringet bercucuran!


10Cheetah Raksasa

Cheetah Raksasa (Acinonyx pardinensis), termasuk dalam genus yang sama dengan Cheetah di masa kini, dan mungkin terlihat sangat mirip, tetapi jauh lebih besar. Cheetah raksasa memiliki bobot sekitar 120-150 kg.

Cheetah Raksasa memiliki kaki yang lebih panjang dan jantung serta paru-paru yang lebih besar sehingga ada kemungkinan ia pun dapat berlari secepat atau bahkan lebih cepat, daripada Cheetah masa kini loh sobat.

Cheetah Raksasa hidup di benua Eropa dan Asia (dari Jerman dan Prancis hingga India dan Cina) selama zaman Pliosen dan Pleistosen dan telah punah selama Zaman Es terakhir.


9Xenosmilus

Xenosmilus adalah sejenis kucing bergigi pedang, namun ia hanya memiliki gigi yang lebih pendek dan lebih tebal. Semua gigi Xenosmilus memiliki tepi yang bergerigi untuk memotong daging, dan lebih terlihat mirip dengan gigi hiu atau dinosaurus karnivora.

Tahukah sobat? Xenosmilus tidak mencekik mangsanya seperti yang biasa dilakukan oleh kucing modern, tapi ia hanya akan menggigit sepotong besar daging dari korbannya, dan menunggunya sampai berdarah dan mati. Mengerikan sekali ya!

Xenosmilus memiliki bobot sekitar 180-230 kg. Fosil Xenosmilus telah ditemukan di Florida, bersama dengan sisa-sisa hewan purba prasejarah (hewan mirip babi) yang tampaknya merupakan makanan favoritnya.


8Jaguar Raksasa

Pada perioder Pleistosen, Amerika Utara dan Selatan adalah rumah bagi Jaguar Raksasa. Jaguar raksasa ini juga memiliki anggota tubuh dan ekor yang lebih panjang daripada jaguar modern.

Para ilmuwan percaya bahwa jaguar dulunya adalah penghuni dataran terbuka, tetapi persaingan dengan singa Amerika dan kucing besar lainnya memaksa mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan yang lebih berhutan, di mana mereka mengembangkan penampilan fisik berkaki pendek mereka hingga saat ini. Jaguar Raksasa seukuran singa atau harimau dewasa, dan mungkin beberapa kali lebih kuat dan juga dengan gigitan yang jauh lebih kuat.


7Jaguar Eropa

Tidak seperti Jaguar Raksasa, Jaguar Eropa (Panthera gombaszoegensis) tidak termasuk spesies yang sama dengan jaguar modern loh sobat.

Tidak ada yang tahu persis seperti apa Jaguar Eropa itu, namun beberapa ilmuwan berpendapat bahwa itu mungkin terlihat seperti persilangan antara singa dan jaguar. Fosil kucing raksasa dari Afrika Timur dikatakan menyerupai jaguar Eropa dan digambarkan memiliki fitur mirip harimau juga. Diperkirakan beratnya mencapai 210 kg atau lebih, dan mungkin menjadi puncak rantai makanan di Eropa pada 1,5 juta tahun yang lalu. Sisa-sisa fosil Jaguar Eropa banyak ditemukan di Jerman, Prancis, Inggris, Spanyol, dan Belanda.


6Singa Goa

Singa Goa adalah subspesies singa raksasa, dengan berat hingga 300 kg atau lebih, Singa Goa adalah salah satu predator paling berbahaya dan kuat selama Zaman Es terakhir di Eropa. Menariknya ya sobat, ada bukti bahwa Singa Goa ditakuti dan mungkin juga disembah oleh manusia prasejarah loh.

Banyak lukisan gua dan beberapa patung yang ditemukan yang menggambarkan Singa Goa. Meskpun disebut singa, tapi Singa Goa ini hampir tidak memiliki surai, layaknya singa modern. Dan beberapa lukisan gua juga menunjukkan Gua Singa memiliki garis-garis samar di kaki dan ekornya yang mirip seperti harimau modern.


5Homotherium

Homotherium juga dikenal sebagai “Kucing Pedang” dan salah satu kucing paling sukses di zaman prasejarah yang banyak ditemukan di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Asia dan Afrika.

Homotherium dapat beradaptasi dengan baik di berbagai habitat, termasuk di tundra sub-Arktik dan bertahan selama lima juta tahun.

Kaki depan Homotherium sangat panjang dan kaki belakangnya lebih pendek, yang membuatnya tampak seperti hyena. Meskipun Homotherium tidak terlalu terkenal dengan ukurannya, beberapa sisa-sisa fosilnya di Laut Utara menunjukkan bahwa mereka bisa tumbuh mencapai bobot 400 kg, lebih besar dari harimau Siberia modern.


4Machairodus Kabir

Machairodus Kabir memiliki proporsi yang sangat mirip harimau dengan ekor yang panjang, meskipun tidak mungkin untuk mengetahui apakah semasa hidupnya ia memiliki garis-garis, bintik-bintik atau tanda bulu lainnya seperti harimau modern.

Beberapa sisa fosil yang ditemukan di Chad, Afrika, (dan diklasifikasikan sebagai spesies baru, Machairodus kabir), menunjukkan bahwa makhluk ini termasuk di antara kucing terbesar sepanjang masa, dimana ia bisa tumbuh mencapai bobot 490 kg atau mungkin 500 kg, yang mencapai ukuran seekor kuda loh!

Dengan ukurannya, Machairodus Kabir dapat memakan gajah, badak, dan herbivora besar lainnya yang hidup berdampingan dengannya. Mengerikan sekali ya sobat.


3Singa Amerika

Singa Amerika (Panthera atrox) adalah pemburu soliter (sendirian) yang hidup di Amerika Utara dan Selatan (dari Alaska hingga Peru) selama zaman Pleistosen, dan telah punah sekitar 11.000 tahun yang lalu, pada akhir Zaman Es terakhir.

Sebagian besar ilmuwan percaya bahwa Singa Amerika adalah kerabat raksasa dari singa modern, bahkan mungkin termasuk spesies yang sama!

Singa Amerika adalah kucing terbesar di Amerika Utara selama Zaman Es, beratnya mencapai 470 kg bahkan mungkin 500 kg dan mampu menerkam mangsa yang lebih besar dari ukurannya.


2Harimau Pleistosen

Harimau Pleistosen tidaklah begitu dikenal dikalangan para sejarawan. Harimau purba ini diketahui dari sisa-sisa fragmen yang belum dijelaskan secara formal oleh para ilmuwan.

Beberapa ilmuwan menyebutkan bahwa Harimau Pleistosen bukanlah spesies yang terpisah, melainkan versi awal dari harimau modern.

Harimau berevolusi di suatu tempat di Asia sekitar 2 juta tahun yang lalu, khususnya untuk memangsa keragaman besar herbivora besar yang hidup pada saat itu.

Selama masa Pleistosen, persediaan makanan lebih besar, sehingga harimau itu sendiri lebih besar (yang kemudian semakin menyusut mengikuti ukuran dan jumlah hewan buruannya).

Beberapa sisa-sisa fragmen (termasuk rahang besar dan taring) telah ditemukan di Rusia, Cina, dan Jawa, yang menunjukkan bahwa Harimau Pleistosen ini dapat tumbuh mencapai berat 490 kg.


1Smilodon

Smilodon adalah salah satu predator prasejarah paling terkenal, dan juga salah satu yang paling hebat. Smilodon dapat tubuh dengan berat rata-rata 300 kg dan mencapai hingga 500 kg ketika sepenuhnya dewasa.

Smilodon tidak gesit seperti kucing besar modern, tetapi sangat kuat, dengan anggota tubuh dan leher lebih tebal, lebih kuat daripada kucing modern, dan cakar panjang untuk mempertahankan mangsa dari cengkramannya.

Panjang taringnya bisa mencapai 30 cm (mengerikan sekali ya) dan sangat sempurna untuk menyebabkan cedera fatal pada mammoth, kukang tanah, dan mungkin semua hewan besar yang bisa disergap oleh predator super ini.

Smilodon telah punah sekitar 10.000 tahun yang lalu, artinya ia pernah hidup di zaman yang sama dengan manusia purba sobat, yang mungkin juga memburu mereka sesekali!

 

 

Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry