Kuliner

Kamu Sudah Tahu 10 Mitos Salah Tentang Cokelat Ini?

Siapa sih yang tidak suka cokelat? Hampir semua orang menyukai makanan satu ini, apalagi anak-anak. Cokelat dikenal sebagai salah satu makanan yang memiliki kandungan gizi baik dan penting untuk tubuh kita. Sayangnya, masih banyak kabar burung yang salah tentang cokelat, seperti 10 mitos salah tentang cokelat berikut ini.


10Konsumsi cokelat sebabkan kerusakan gigi

Salah besar kalau kamu kerap dihalau agar tidak makan cokelat supaya gigi tidak rusak. Faktanya, dark chocolate justru memiliki kandungan gizi yang berfungsi mencegah perkembangan bakteri yang ada di mulut hingga mampu menghancurkan plak dalam mulut.


9Penderita diabetes tidak boleh konsumsi cokelat

Mitos kedua adalah cokelat tidak direkomendasikan bagi penderita diabetes. Hmm. Bukan cokelatnya yang harus dihindari, tapi campuran gula di dalamnya yang berisiko untuk dikonsumsi para diabeter. Cokelat justru mengandung flavanoids yang malah memiliki manfaat bagi para penderita diabeter tipe 2.


8Menyebabkan hiperaktif

Gula berlebihan memang berkontribusi dalam munculnya perilaku hiperaktif pada anak. Jadi, kalau ada orang tua menyalahkan cokelat sebagai kontributor dan pemicu sikap hiperaktif karena anak-anak mereka kerap menyantapnya, bisa jadi orang tua lah yang salah karena memberikan cokelat olahan yang mengandung campuran gula dengan kadar tinggi.


7Kafein yang tinggi

Kabar buruk bagi para penderita maag yang bermusuhan dengan kafein. Kafein bukan hanya terdapat di kopi namun juga diketahui ada pada cokelat. Memang, semakin gelap cokelatnya, semakin tinggi kadar kafeinnya. Tapi, kadar kafein dalam cokelat tidak setinggi kafein pada kopi.


6Sumber kolesterol jahat

Sekali lagi ditekankan bahwa kandungan flavanoids pada cokelat bukan hanya bagus untuk penderita diabetes tipe 2 tetapi juga baik dalam menjaga kesehatan jantung. Flavanoids ini yang nantinya akan memproduksi kolesterol baik untuk jantung.


5Pemicu munculnya jerawat

Fakta yang benar sebenarnya, cokelat tidak memengaruhi munculnya jerawat di kulit muka. Jerawat itu timbul akibat pola makan yang buruk dan kebiasaan kurang membersihkan dan merawat diri sendiri atau mungkin karena hormon. Jangan lagi salahkan cokelat sebagai pemicu timbulnya jerawat, ya!


4Cokelat yang baik minimal mengandung 70% kakao

Kandungan antioksidan dalam cokelat akan semakin tinggi ketika semakin gelap cokelat atau semakin tinggi kandungan kakaonya. Fatknya, 60% kandungan kakao dalam cokelat olahan sudah cukup untuk memberikan manfaat bagi aliran dan tekanan darah konsumennya.


3Tanpa nilai gizi

Di balik kelezatannya, cokelat juga menyimpan kandungan gizi yang luar biasa seperti kandungan antioksidan, mineral, dan juga serat. Tetap dibutuhkan oleh tubuh, kan?


2Buat tertekan dan depresi

Sebaliknya! Konsumsi cokelat justru bisa membantu kita dalam menekan hormon stres dalam tubuh. Akibatnya, kita menjadi lebih rileks dan memiliki perasaan tenang dan bahagia.


1Menaikkan berat badan

Nope! Kalau kamu merasa gagal diet karena konsumsi cokelat, kesalahan bisa jadi terletak pada pola dietmu atau ketika kamu menjalani diet cokelat, kamu justru memilih produk cokelat yang salah – memiliki campuran gula yang cukup tinggi untuk membuatnya terasa manis.


Sekali lagi, 10 hal di atas hanya sebatas mitos yang salah tentang cokelat. Jadi, buat kamu yang sampai sekarang masih berpikir dua kali sebelum konsumsi cokelat, sudah tidak ada alasan lagi untuk menghindar dari makanan enak satu ini.

Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of