Horror Mitos & Legenda

Mitos Tentang Tindihan Dari 10 Negara Berbeda

Namanya tindihan, mungkin rasanya seperti ada sesuatu yang berat menindih tubuh kita, mencekik sampai-sampai kita menjadi sangat sulit untuk bernapas, seketika badan susah untuk digerakkan, sulit untuk berteriak, hingga berhalusinasi. Tindihan ini biasanya terjadi dalam beberapa menit hingga berjam-jam dan kemungkinan semua orang pernah mengalami kejadian ini setidaknya 1-2 kali selama hidupnya. Tindihan atau bahasa kerennya sleep paralysis, sering sekali disangkut-pautkan dengan sosok menyeramkan yang mengawasi kita. Dan ternyata mitos tentang tindihan nggak cuma ada di Indonesia lho, kasus serupa dialami oleh 58% manusia yang ada di dunia. Yuk simak mitos tentang tindihan dari berbagai negara di bawah ini!


10Fiji

mitostentangtindihan10

Fiji adalah negara kepulauan yang berada di Melanesia, Samudra Pasifik Utara. Menurut cerita rakyat dari masyarakat Fiji, pengalaman tindihan atau sleep paralysis ini diartikan sebagai Kana Tevoro atau dimakan oleh setan/iblis. Dari berbagai kejadian, setan atau iblis bisa jadi adalah arwah yang kembali ke dunia, karena pada masa hidupnya di dunia ada suatu urusan yang belum terselesaikan, atau datang untuk berkomunikasi tentang suatu hal penting dengan orang yang masih hidup. Biasanya jika seseorang tidur di dekat orang yang sedang diganggu oleh setan ini, mereka akan berkata “Kania, Kania” atau “makan, makan”, dalam upaya untuk membuat arwah tersebut mau berkomunikasi dan menjelaskan kenapa arwah itu kembali ke dunia. Lalu, orang yang bangun setelah terkena tindihan, mereka akan segera meminta bantuan untuk mengutuk atau menangkap arwah tersebut, terkadang mereka juga mengusirnya dengan seruan.


9Turki

mitostentangtindihan9

Dalam bahasa Turki tindihan atau sleep paralysis disebut Karabasan. Mitos tentang Karabasan yang beredar di masyarakat Turki hampir sama dengan mitos yang beredar di masyarakat kita, tidak jauh-jauh dengan cerita seramnya. Sosok hantu yang dikenal sebagai cin (jin dalam bahasa Turki) akan datang ke kamar korbannya, cin akan memegang atau menekan kebawah dengan sangat keras agar korbannya tidak dapat bergerak. Lalu cin akan mulai mencekik korbannya, mengakibatkan korban sulit untuk bernapas. Masyarakat Turki percaya, untuk mencegah atau menghilangkan cin yang mengganggu ketika tidur ini, kita hanya perlu membaca doa sebelum tidur agar terlindung dari makhluk-makhluk jahat. Karena masyarakat Turki sebagian besar adalah muslim, mereka menganjurkan agar membaca surat Al-Falaq dan An-nas. Dan dalam kepercayaan masyarakat Turki, jin atau cin digambarkan memakai topi hitam besar dan apabila seseorang berhasil mengambil topi yang dipakai oleh jin, jin atau cin itu akan menjadi budak orang tersebut. Jinnya berbeda yah dengan jin di Indonesia XD.


8Afrika

mitostentangtindihan8

Jika kita menyebutnya dengan tindihan, masyarakat Zimbabwe menyebutnya dengan Madzikirira. Mereka percaya bahwa, setan atau penyihir jahat melakukan itu untuk suatu tujuan tertentu dan biasanya dilakukan pada keluarga atau relasi terdekatnya sendiri. Lalu di Etiopia, tindihan dikenal sebagai <em>dukak</em> (ዱካክ, “depression”), nah dukak ini biasanya tejadi saat seseorang sedang teritdur dan ada arwah yang merasuki tubuh yang sedang tertidur lelap. Masyarakat Etiopia percaya bahwa arwah atau roh jahat dalam dukak adalah arwah yang ingin menyiksa para korbannya.


7Mongolia

mitostentangtindihan7

Di Mongolia, arti Khar darakh (kara darahu) adalah ditekan oleh sesuatu yang hitam. Konteks hitam disini berarti sesuatu yang berwujud hitam dan gelap. Kharin buu yang artinya “dukun hitam” (dukun ilmu hitam hanya dapat bertahan hidup di Mongolia bagian utara yang jauh). Kara darahu memiliki kemiripan dengan bahasa Turki, jika dibandingkan dengan kata tindihan dalam bahasa Turki ‘karabasan’, kemiripan ini diketahui karena pada saat agama islam yang datang bersama warga Turki, tidak salah jika Turki dan Mongolia memiliki agama dan mitologi yang sama dengan warga Mongolia.


6Iceland

mitostentangtindihan6

Ada sebuah cerita rakyat di Iceland tentang tindihan atau sleep paralysis. Mara adalah sebutan lain dari tindihan di Iceland. Hantu, jin atau iblis (biasanya dipercaya adalah hantu perempuan) yang menyebabkan seseorang mengalami mimpi buruk, jika dihubungkan dengan nightmare (mimpi buruk dalam bahasa Inggris), kata nightmare itu sendiri adalah nama dari hantu yang dipercaya masyarakat Iceland. Dipercaya bahwa mara menunggangi seekor kuda, dan memiliki rambut panjang yang akan dia ikatkan ke leher seseorang yang sedang tertidur. Mitos ini diyakini menjelaskan tentang penyakit rambut yang ada di Polandia pada dahulu kala. Menurut Paul Devereux, mara adalah penyihir-penyihir yang berwujud binatang saat arwah mereka keluar dari tubuh yang kerasukan, mereka akan menyerupai kucing, anjing, katak, burung, serigala dan lain-lainnya.


5Budaya Barat

mitostentangtindihan5

Dalam budaya barat modern, fenomena gangguan supernatural ini dikenal sebagai bayangan seseorang. Para korban melaporkan bahwa ada 3 wujud yang berbeda, yaitu seorang laki-laki yang menggunakan topi berwarna hitam, lekaki tua dengan membawa tas jinjing, dan sesosok yang menggunakan kupluk panjang. Dari kasus-kasus seperti ini, sekitar 20%-nya dialami oleh orang-orang yang memiliki gangguan kejiwaan. Dan juga laporan mengenai beberapa orang melihat wujud alien atau alien yang mencoba untuk menculik mereka hanyalah sebuah halusinasi saat mereka mengalami sleep paralysis. Jadi apakah mitos itu benar atau hanya sekedar halusinasi saja?


4Sardinia

mitostentangtindihan4

Sardinia adalah satu pulau yang terdapat di Italia, mereka memiliki kepercayaan kuno yang berhubungan dengan sleep paralysis. Ammuttadori adalah sebutan dari setan atau jin yang membuat seseorang mengalami tindihan. Ammuttadori akan duduk atau menindih seseorang yang sedang tertidur, membuat seeorang yang diduduki sulit untuk bernapas, bahkan terkadang setan ini akan melukai korbannya dengan mencakar-cakar kulit korban. Ammuttadori dipercaya juga terdapat di beberapa pulau lainnya dan terlihat mengenakan 7 buah topi merah di kepalanya. Dan bila korbannya bisa menahan rasa sakit tanpa diketahui oleh Ammuttadori atau berhasil mencuri satu dari 7 topinya, korban akan mendapatkan harta karun sebagai hadiahnya.


3Cina

mitostentangtindihan3

Dalam budaya Cina Timur, sleep paralysis dikenal sebagai “鬼壓身/鬼压身” (pinyin: guǐ yā shēn) atau “鬼壓床/鬼压床” (pinyin: guǐ yā chuáng), jika di artikan adalah hantu yang menindih tubuh. Ada sebuah cerita rakyat terkenal dari Cina Timur tentang tindihan atau sleep paralysis, yaitu seekor tikus yang mencuri nafas manusia di malam hari. Dalam cerita itu, tikus yang berhasil mencuri nafas manusia akan berubah menjadi tikus yang kuat, hidup lebih lama dan bisa menjelma menjadi manusia pada malam hari. Tikus itu akan duduk tepat di wajah korbannya yang sedang tidur dan tepat di bawah hidung. Karena itu, mereka percaya jika pada suatu malam mereka merasakan tindihan, itu adalah perbuatan siluman tikus yang sedang berusaha mencuri nafas mereka. Cerita itu hampir mirip dengan cerita siluman rubah.


2Kamboja, Laos dan Thailand

mitostentangtindihan2

Dalam kepercayaan mereka, sleep paralysis disebut phǐǐ am dan khmout sukkhot. Digambarkan bahwa kejadian ini terjadi saat seseorang yang sedang tidur bermimpi jika 1 atau banyak hantu sedang menggentayangi atau berada di sekitar seseorang yang sedang tertidur itu, lalu mereka menekan tubuh seseorang yang sedang tertidur itu. Bagi yang merasakan ini, gejalanya sama dengan tindihan, tubuh sangat sulit untuk digerakkan dan sulit sekali untuk mengeluarkan suara.


1Indonesia

mitostentangtindihan1

Peristiwa tindihan di Indonesia adalah hal yang selalu dihubungkan dengan nuansa mistik. Masyarakat Indonesia percaya bahwa tindihan atau yang juga disebut “rep-repan” ini disebabkan oleh sesosok gaib yang sedang duduk atau menindihi tubuh yang sedang tertidur. Kebanyakan dari orang-orang yang merasakan ini, tubuh mereka sangat sulit digerakkan dan suara pun sulit untuk keluar. Para orang tua percaya bahwa, sesosok gaib itu adalah genderuwo atau pun siluman binatang yang ingin membuat kita sebagai teman mereka, karena itu mereka berusaha mengambil roh seseorang yang sedang tertidur itu. Selain itu, terkadang juga tindihan ini bersamaan dengan mimpi buruk tentang makhluk gaib. Tapi tenang, kejadian ini bisa ditangkal dengan menaruh sapu lidi atau peniti dibawah kasur atau dibantal kita. Dan jika kalian melihat ada seseorang yang sedang tindihan ada baiknya segera dibangunkan sebelum hal yang lebih buruk terjadi.


Setelah membaca fenomena dan mitos tentang tindihan dari berbagai negara, apa kalian masih percaya dengan mitos ini? Dari segi kesehatan, tidak semua gejala tindihan adalah semata-mata karena makhluk gaib, tapi juga kondisi tubuh kita, bisa saja kita mengalami suatu penyakit serius atau pun mengalami gangguan psikologi. Dan jangan lupa untuk selalu berdoa ya sebelum tidur!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.