Aksi Kriminal

Sadis! Inilah 10 Pembunuh Wanita Paling Kejam yang Pernah Ada

Percaya atau tidak, pembunuh wanita paling kejam tidak hanya sekadar isapan jempol semata atau hanya dapat Anda temukan di dalam game dan novel fiksi. Pada kenyataannya, pembunuh wanita benar-benar ada dan nyata. Bahkan kejahatan mereka tak kalah sadis dengan perbuatan keji yang kerap dilakukan oleh pembunuh pria. Meski tampak mengerikan, faktanya ada sederet pembunuh wanita paling kejam yang namanya diabadikan dalam sejarah.


10Belle Gunness

Belle Gunness telah membunuh kedua suaminya. Di saat ia mencari suami baru, ia justru membunuh semua pria yang ditemuinya. Sebelum kabur dari Amerika, Belle membakar rumahnya. Di mana di dalamnya terdapat anak-anak Belle dan seorang pembantu yang disamarkan agar menyerupai dirinya.


9Amelia Dyer

Amelia Dyer dikenal sebagai pembunuh ratusan bayi di abad ke-19. Amelia menjadikan bayi para ibu muda yang tidak mampu dalam finansial sebagai korbannya. Tercatat ada 400 bayi yang tewas ditangannya. Pada tahun 1896 kejahatan Amelia terbongkar dan ia pun dihukum mati.


8Aileen Wuornos

Aileen Wuornos menjadi salah satu pembunuh wanita paling kejam dan sadis. Ia merupakan pembunuh berantai yang telah melakukan serangkaian pembunuhan. Bahkan kekejaman Aileen telah menginspirasi pembuatan film Hollywood berjudul Monster. Kabarnya, trauma masa kecilnya membuat Aileen harus menerima bahwa ayahnya dipenjara karena dituduh melakukan pemerkosaan pada anak kecil berusia 7 tahun. Belum ditambah dengan fakta bahwa sejak kecil ia sudah tinggal dan diasuh oleh kakek dan nenek karena ditinggal oleh ibunya.


7Elizabeth Bathory

Nama Elizabeth Batrhory sangat dikenal luas. Ia merupakan seorang bangsawan asal Hungaria di abad ke-16. Motif kejahatannya dilakukan dengan sangat alami, yakni dengan  menawarkan pekerjaan dengan gaji besar kepada gadis-gadis muda. Namun, sejak menginjakan kaki di dalam rumahnya, nasib gadis-gadis itu tak pernah diketahui. Konon menurut saksi mata, Elizabeth membunuh para korban dan memakan daging serta meminum darah korbannya.


6Mary Bell

Mary Bell merupakan pembunuh wanita paling kejam yang berusia paling belia. Di usianya yang ke sebelas tahun, Mary Bell tega mencekik, membunuh, dan memutilasi dua anak laki-laki berumur 3 dan 4. Ia juga menyayat korbannya dan menuliskan inisial “M” di kulit korbannya. Mary Belle akhirnya ditangkap dan dipenjara, ia dibebaskan pada 1998.


5Jane Toppan

Jane Toppan merupakan suster yang telah membunuh tiga puluh satu orang di tahun 1901. Jane tega menjadikan pasiennya sebagai “kelinci percobaan” obat-obatan. Ia mengaku sangat bahagia melihat pasiennya meregang nyawa. Bahkan, Jane merancuni pemilik rumah, saudara, dan suami saudaranya demi berpura-pura menyelamatkannya. Setelah penyelidikan mendalam, kebohongan dan kejahatan Jane pun terungkap. Ia kemudian dimasukkan ke rumah sakit jiwa dan meninggal pada usia 81 tahun.


4Juana Barraza

Juana telah membunuh sebelas wanita tua tanpa perasaan bersalah sedikit pun. Alasan Juana membunuh adalah karena karena Ibunya seorang pecandu alkohol yang tega membiarkan putrinya diperkosa lelaki tua untuk membeli bir. Lantaran sakit hati, Juanna ingin membalas dendam dengan membunuh banyak wanita tua yang membuatnya ingat dengan sosok ibunya.


3Delphine LaLaurie

Wanita keturunan bangsawan ini merupakan salah satu pembunuh wanita paling kejam yang tercatat dalam sejarah. Di abad ke-19, Delphine membunuh para budak berkulit hitam dengan cara menyiksanya di ruangan khusus.  Setelah kejadian tersebur terungkap, Delphine kabur ke Paris dan tidak ada seorang pun yang dapat menemukannya.


2Genene Jones

Berprofesi sebagai suster bayi, Genene terbukti telah membunuh enam puluh bayi pada tahun 1971 hingga 1984. Mulanya, Genene akan membuat ia pasien bayinya merasa kesakitan lalu ia akan berpura-pura berusaha menyelamatkan bayi tersebut demi mendapatkan pujian. Lantaran banyaknya kasus kematian bayi, rumah sakit tempatnya bekerja pun melakukan penyelidikan dan terungkaplah tindakan keji yang dilakukan Genene.


1Leonarda Cianciulli

Leonarda Cianciulli tega membunuh tiga orang wanita pada tahun 1939 hingga 1940. Tanpa perasaan bersalah, Leonarda menjadikan mayat korbannya sebagai kue dan sabun. Selain dikonsumsi dan digunakan sendiri, Leonarda pun membagikan kue dan sabun yang ia buat pada kerabat dan orang lain.


Suka dengan artikel ini? Support kami yuk!

Disclaimer: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Anda diperbolehkan untuk mengutip sebagian dari isi artikel ini namun harus selalu mencantumkan sumber dari kami.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
error: Sorry